Kamis 09 Jul 2026 15:27 WIB

Resmi Diluncurkan, Biodiesel B50 Diklaim Lebih Baik dari B40

Pemerintah optimistis implementasi B50 mampu meningkatkan efisiensi mesin.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Friska Yolandha
Bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar B50 di SPBU Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Foto: Prayogi/Republika
Bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar B50 di SPBU Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim kualitas biodiesel B50 lebih baik dibandingkan B40 setelah melalui serangkaian uji coba pada berbagai jenis kendaraan dan moda transportasi. Menurut dia, hasil pengujian menunjukkan performa B50 lebih baik, termasuk dari sisi daya tahan filter mesin.

"B50 ini test case-nya enam bulan. Kereta api, mobil, mobil Mercedes pun dites, bus. Tidak hanya Toyota, Mercedes pun oke. Kapal-kapal semuanya kita tes. Alhamdulillah hasil tesnya ternyata kualitas B50 jauh lebih baik daripada B40," kata Bahlil saat peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga

Program Mandatori Biodiesel B50 yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar minyak jenis solar. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, memperkuat nilai tambah sumber daya alam, serta meningkatkan ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Bahlil menjelaskan salah satu indikator peningkatan kualitas B50 terlihat dari umur pakai filter mesin. Pada penggunaan B40, filter umumnya harus diganti setelah kendaraan menempuh jarak 10 ribu hingga 20 ribu kilometer. Sementara pada B50, menurut dia, terdapat kendaraan yang telah menempuh jarak hingga 40 ribu kilometer tanpa perlu mengganti filter.

"Kalau B40 itu filternya diganti pada ukuran 10 ribu sampai dengan 20 ribu kilometer. Nah untuk B50 ada yang 40 ribu belum diganti filternya," ujarnya.

Pemerintah menyatakan pengujian B50 telah dilakukan secara komprehensif pada enam sektor pengguna mesin diesel, yakni otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan kereta api. Pengujian melibatkan kementerian dan lembaga, badan usaha, asosiasi, akademisi, pemilik teknologi, serta industri pengguna untuk memastikan aspek kinerja, keamanan, dan kompatibilitas B50.

Menurut Bahlil, pengembangan B50 bukan pekerjaan yang mudah karena peningkatan kadar campuran biodiesel umumnya dilakukan secara bertahap dengan masa pengujian yang panjang. Namun, pemerintah mempercepat proses tersebut agar B50 dapat diluncurkan pada 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo.

Selain manfaat teknis, implementasi B50 juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Pemerintah memperkirakan penghematan devisa meningkat dari Rp133,3 triliun pada program B40 menjadi sekitar Rp170 triliun melalui implementasi B50 pada 2026. Program ini juga diproyeksikan meningkatkan nilai tambah industri CPO menjadi Rp23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO₂.

Berita Lainnya

Rekomendasi