REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan rencana Danantara untuk membentuk perusahaan leasing atau penyewaan pesawat terbang. Pernyataan tersebut terkait rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
“Kami sedang mengkaji juga kemungkinan Danantara untuk membuka perusahaan leasing sendiri,” ujar Dony saat ditemui usai menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/6/2026).
Dony menyampaikan pembelian 50 unit pesawat Boeing membutuhkan banyak pertimbangan. Pertimbangan tersebut meliputi waktu kedatangan pesawat, model bisnis yang akan digunakan, termasuk skema leasing atau penyewaan pesawat.
“Tentu banyak pertimbangan. Tetapi, komitmennya harus kami jalankan,” ujar dia.
Berdasarkan seluruh pertimbangan tersebut, kata Dony, Danantara akan mengambil langkah yang paling menguntungkan. Namun, hingga saat ini rencana tersebut masih berada pada tahap kajian.
“Jadi kami pertimbangkan mana yang paling menguntungkan,” kata Dony.
Pada Februari 2026, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menandatangani dokumen kesepakatan dagang bertajuk Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance yang memuat ketentuan perdagangan timbal balik kedua negara. Dalam salah satu poin kesepakatan, Indonesia berkomitmen melakukan pengadaan pesawat komersial serta barang dan jasa terkait penerbangan senilai 13,5 miliar dolar AS.
“Dari Agreement Reciprocal Tariff ini, ada beberapa kegiatan yang memang menyangkut Kementerian Investasi maupun Danantara, di antaranya rencana pembelian 50 pesawat dari Boeing,” ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers yang digelar secara daring dari Washington DC, AS, pada Jumat (20/2/2026).