REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (BTN) membuka opsi pembiayaan rumah dengan tenor hingga 40 tahun guna menjaga keterjangkauan cicilan di tengah harga rumah yang terus naik. Skema itu disiapkan untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah dan target Swasembada Papan 2045.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan tenor panjang dibutuhkan agar masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, tetap mampu membeli rumah. "Salah satu solusi realistis yang ditawarkan adalah penyediaan pembiayaan murah dengan tenor jangka panjang, mulai dari 20, 30, hingga 40 tahun,” ujar Nixon dalam peluncuran buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurut Nixon, tantangan utama sektor perumahan saat ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan cicilan tetap terjangkau bagi masyarakat. “Challenge-nya bagaimana merumuskan instrumen pembiayaan yang pas agar cicilan rumah tidak mencekik kantong rakyat,” katanya.
Peluncuran buku tersebut turut dihadiri Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo dan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman sekaligus penulis buku, Fahri Hamzah. Dalam kesempatan itu, Fahri menyoroti masih besarnya persoalan backlog perumahan di Indonesia yang mencapai sekitar 10 juta hingga 12 juta unit. Selain itu, sekitar 20 juta warga masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Fahri menilai program 3 juta rumah bukan sekadar proyek properti, melainkan bagian dari transformasi besar ekonomi dan sosial masyarakat. “Swasembada papan adalah harga mati jika kita ingin membangun fondasi sosial dan ekonomi masyarakat yang kuat ke depan,” ujar Fahri.
Sementara itu, Hashim mengatakan pemerintah tengah menyiapkan strategi besar agar program 3 juta rumah benar-benar menyasar masyarakat berpenghasilan rendah. “Fokus kami jelas, memastikan program ini tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Hashim.
BTN menilai sinergi antara pemerintah, pengembang, dan lembaga pembiayaan menjadi kunci agar target penyediaan rumah rakyat dapat tercapai hingga 2045.