Rabu 20 May 2026 15:43 WIB

Rupiah Menguat Usai Pidato Presiden dan Keputusan Suku Bunga BI

Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi 2027 yang cukup ambisius.

Rep: Eva Rianti/ Red: Satria K Yudha
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Foto: EPA/MAST IRHAM
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat meninggalkan level Rp 17.700 per dolar AS pada Rabu (20/5/2026). Penguatan rupiah terjadi usai Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato mengenai target pertumbuhan ekonomi pada 2027 yang cukup ambisius.

Mengutip Bloomberg, rupiah menguat 52 poin atau 0,29 persen menuju level Rp 17.653,5 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026). Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 17.706 per dolar AS.

Baca Juga

“Pasar merespons positif atas pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027,” kata Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkapkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir adalah 5 persen. Namun, ia mengakui meski ekonomi melaju, jumlah kelas menengah mengalami penurunan, sedangkan tingkat kemiskinan meningkat.

“Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan tingkat inflasi di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Dari sisi nilai tukar, rupiah ditargetkan berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,5—7,3 persen,” terangnya.

Adapun di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan 70—90 dolar AS per barel. Kemudian, lifting minyak mentah 602 ribu barel per hari hingga 615 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 934 ribu barel setara minyak per hari hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

“Terkait APBN, tahun depan pemerintah menargetkan pendapatan negara di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB, belanja negara 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB, dan defisit dijaga di kisaran 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB. Prabowo menyatakan, ‘kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit’,” jelasnya.

Di samping itu, penguatan rupiah pada hari ini juga dipengaruhi keputusan kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI). BI diketahui memutuskan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin (bps) dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026.

Adapun suku bunga deposit facility sebesar 4,25 persen dan lending facility sebesar 6,25 persen. Keputusan tersebut mengakhiri kebijakan BI menahan suku bunga selama delapan bulan beruntun.

“Keputusan tersebut, menurut BI, dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026–2027 dalam rentang 2,5±1 persen,” terang Ibrahim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement