Senin 11 May 2026 17:14 WIB

Jelang Pengumuman, Danantara Yakin Hasil Rating MSCI untuk Indonesia akan Positif

Reformasi pasar modal Indonesia memberi sinyal positif menjelang rebalancing MSCI.

Rep: Dian Fath Risalah,M. Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengaku optimistis terhadap pengumuman rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026. (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengaku optimistis terhadap pengumuman rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengaku optimistis terhadap pengumuman rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026. Pandu mengajak publik menanti hasil rating MSCI terbaru.

“Kita tunggu saja besok. Aku sudah lihat perkembangannya, bursa bagus kok dari sisi penerapan yang sedang dilakukan. Insya Allah baik lah,” ujar Pandu usai konferensi pers penandatanganan MoU PSEL antara Danantara dan pemerintah daerah di Ballroom Graha Mandiri, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Baca Juga

Pandu optimistis kondisi IHSG tetap berada pada tren positif terlepas dari hasil rating MSCI. Dia meyakini IHSG akan tetap kuat ke depan. “Hari ini kan lihat ada perubahan juga. Saya rasa bukan menyangkut soal MSCI kok hari ini, lebih banyak soal rupiah,” ucap Pandu.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut lembaga indeks global MSCI memberikan penilaian positif terhadap reformasi pasar modal Indonesia. Respons ini muncul setelah serangkaian pembenahan yang dilakukan regulator dalam meningkatkan transparansi dan integritas pasar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi mengatakan, pertemuan dengan MSCI berjalan konstruktif dan menunjukkan pengakuan atas progres reformasi. “Dalam pertemuan itu sangat baik, konstruktif, dan positif. Mereka menyampaikan acknowledgement atas berbagai progres dan capaian dari agenda reformasi integritas di pasar modal kita,” ujar Hasan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement