Kamis 03 Sep 2026 14:24 WIB

Pabrik BYD Indonesia di Subang Diresmikan, Siap Produksi 150 Ribu Mobil per Tahun

Pabrik BYD di Indonesia berdiri di atas lahan seluas 126 hektare.

Dari kiri ke kanan: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Operation Director PT BYD Motor Indonesia Nathan Sun, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, dan  Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Foto: REPUBLIKA/Israr Itah
Dari kiri ke kanan: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Operation Director PT BYD Motor Indonesia Nathan Sun, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam peta industri kendaraan listrik dunia. Produsen kendaraan energi baru asal China, BYD, resmi mengoperasikan fasilitas produksi kendaraan listrik di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 126 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit kendaraan per tahun. Kehadiran fasilitas ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor kendaraan listrik BYD untuk kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga

Peresmian fasilitas manufaktur BYD Indonesia secara resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya didampingi oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Barat.

Turut hadir para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, termasuk Anggota Komisi VII DPR RI, para pejabat pimpinan tinggi madya kementerian dan lembaga, Bupati Kabupaten Subang Reynaldi Putra Andita Budi Raemi, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Subang.

Vice President BYD Co Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang mengatakan, pembangunan fasilitas produksi di Indonesia merupakan bagian dari perjalanan panjang perusahaan dalam mengembangkan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).

Pembangunan pabrik tersebut menelan investasi sekitar Rp 16 triliun. Saat beroperasi penuh, fasilitas itu diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja. Pada tahap awal operasional, BYD telah melibatkan lebih dari 5.000 pekerja lokal.

Selain memperkuat pasokan kendaraan untuk pasar dalam negeri, pabrik BYD di Subang juga diharapkan memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai industri kendaraan listrik di kawasan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah berharap BYD dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi sekaligus hub ekspor kendaraan listrik untuk pasar Asia Tenggara.

"Kita berharap investasi BYD tidak hanya pada kendaraan, tapi juga ekosistem dari hulu hingga hilir, dari pengolahan bahan baku, pengembangan baterai hingga industri daur ulang baterai. Kami berharap kehadiran BYD akan memperkuat industri otomotif," ujar Agus.

Menurut dia, investasi BYD berpotensi memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian nasional, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekosistem industri otomotif.

photo
Suasana di bagian final assembly pabrik BYD di Subang, Jawa Barat. - (REPUBLIKA/Israr Itah)

Berita Lainnya

Rekomendasi