Selasa 28 Apr 2026 14:26 WIB

Danantara Evaluasi Manajemen KAI Usai Insiden di Stasiun Bekasi Timur

Perbaikan lintasan dan sistem keamanan jadi prioritas pemerintah.

Rep: Eva Rianti/ Red: Friska Yolandha
Proses evakuasi gerbong KRL Commuterline yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Berdasarkan data terbaru, tercatat 14 orang meninggal dunia. Seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Foto: Republika/Prayogi
Proses evakuasi gerbong KRL Commuterline yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Berdasarkan data terbaru, tercatat 14 orang meninggal dunia. Seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, akan melakukan evaluasi terhadap manajemen PT Kerata Api Indonesia (Persero) atau KAI. Evaluasi tersebut menyusul insiden kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). 

“Kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap, terutama keselamatan segala sistem yang ada. Dan memang kita selalu mengevaluasi secara menyeluruh lah, karena keselamatan itu kan memang hal yang paling utama, selain meningkatkan kenyamanan,” ujar Rosan di kawasan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026). 

Baca Juga

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria juga menyampaikan hal serupa. Ia menyebut, sebenarnya perbaikan fasilitas lintasan kereta api sudah menjadi salah satu program kerja yang ditetapkan pada tahun ini. 

“Ini sebetulnya sudah masuk dalam program kerja kita tahun ini sebagaimana diarahkan bapak Presiden kepada kurang lebih 1.800 lintasan kereta selama itu wajib diperbaiki, harus ada pintunya,” tuturnya.  

Dony menekankan, pada tahun ini, memang Pemerintah fokus mengumakan faktor safety dalam upaya meningkatkan perkeretaapian. Terlebih dengan terjadinya ‘tragedi Bekasi Timur’.

“Apalagi dengan kejadian ini, kita melakukan evaluasi total terhadap keamanan daripada transportasi massal kita. Dan Bapak Presiden menyampaikan akan ada tambahan untuk keseluruhan dari proses keamanan,” tegasnya. 

 

photo
Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak akibat tertabrak KRL Commuter di Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi menyeluruh menyusul kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Evaluasi juga mencakup keterlibatan taksi asal Vietnam, Green SM, yang mogok perlintasan sebidang dan diduga menjadi pemicu awal insiden. - (Republika/Prayogi)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement