REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, akan melakukan evaluasi terhadap manajemen PT Kerata Api Indonesia (Persero) atau KAI. Evaluasi tersebut menyusul insiden kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
“Kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap, terutama keselamatan segala sistem yang ada. Dan memang kita selalu mengevaluasi secara menyeluruh lah, karena keselamatan itu kan memang hal yang paling utama, selain meningkatkan kenyamanan,” ujar Rosan di kawasan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria juga menyampaikan hal serupa. Ia menyebut, sebenarnya perbaikan fasilitas lintasan kereta api sudah menjadi salah satu program kerja yang ditetapkan pada tahun ini.
“Ini sebetulnya sudah masuk dalam program kerja kita tahun ini sebagaimana diarahkan bapak Presiden kepada kurang lebih 1.800 lintasan kereta selama itu wajib diperbaiki, harus ada pintunya,” tuturnya.
Dony menekankan, pada tahun ini, memang Pemerintah fokus mengumakan faktor safety dalam upaya meningkatkan perkeretaapian. Terlebih dengan terjadinya ‘tragedi Bekasi Timur’.
“Apalagi dengan kejadian ini, kita melakukan evaluasi total terhadap keamanan daripada transportasi massal kita. Dan Bapak Presiden menyampaikan akan ada tambahan untuk keseluruhan dari proses keamanan,” tegasnya.