Selasa 14 Apr 2026 18:22 WIB

Ke Moskow, Bahlil Amankan Pasokan Minyak dan Gas Bumi dari Rusia

Menteri Energi Rusia siap bantu Indonesia bangun pembangkit listrik tenaga nuklir.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Erik Purnama Putra
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah) di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026).
Foto: BPMI Setpres
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah) di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hasil pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow. Diskusi itu merupakan tindak lanjut pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Senin (13/4/2026).

Pertemuan bilateral tersebut menitikberatkan pada upaya memastikan ketersediaan energi nasional di tengah dinamika global. Menurut Bahlil, pertemuannya membahas kerja sama pasokan dan investasi sektor energi.

Baca Juga

"Hari ini saya baru selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan pembicaraan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin. Alhamdulillah kita mendapatkan hasil yang cukup baik, di mana kita bisa menambah cadangan crude kita. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG," kata Bahlil dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Menurut dia, Rusia menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan energi Indonesia, mencakup suplai minyak mentah dan gas bumi, termasuk LPG, serta pengembangan fasilitas penyimpanan. Sejumlah perusahaan energi Rusia, kata Bahli, turut hadir dalam forum itu, antara lain Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil.

Kehadiran mereka memperkuat komitmen keterlibatan sektor bisnis dalam mendukung realisasi kerja sama pasokan energi. "Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional," ujar Bahlil.

Dia menjelaskan, skema kerja sama akan dijalankan melalui pendekatan antarpemerintah (G2G) dan antarperusahaan (B2B). Sehingga tidak hanya menjamin pasokan, tetapi juga membuka peluang investasi yang lebih luas di sektor energi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement