Senin 09 Mar 2026 14:29 WIB

Hotel Bekas Jenderal Soedirman di Malioboro Beroperasi 16 Maret, Ini Harga Promonya

Bangunan ini pernah menjadi saksi perjuangan Jenderal Soedirman.

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Direktur Commercial InJourney Veronica Sisilia (tengah), Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat (kiri), dan Vice President Corporate Secretary InJourney Hospitality Amalia Yaksa Parijata (kanan) saat konferensi pers kesiapan InJourney Hospitality dalam menyambut libur Lebaran 2026 di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Foto: Muhammad Nurysamsyi/Republika
Direktur Commercial InJourney Veronica Sisilia (tengah), Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat (kiri), dan Vice President Corporate Secretary InJourney Hospitality Amalia Yaksa Parijata (kanan) saat konferensi pers kesiapan InJourney Hospitality dalam menyambut libur Lebaran 2026 di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (9/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality bakal kembali membuka hotel ikonik di Malioboro, Yogyakarta. Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat mengatakan Grand Hotel De Djokja akan segera diresmikan sebelum Lebaran 2026.

"Alhamdulillah, puji Tuhan, 16 Maret 2026, kita akan melakukan soft opening salah satu hotel InJourney di area Marioboro. Jadi namanya adalah Grand Hotel De Djokja," ujar Christine dalam konferensi pers terkait kesiapan InJourney Hospitality dalam menyambut libur Lebaran 2026 di Gedung Sarinah, Senin (9/3/2026).

 

Christine menyebut hotel tersebut merupakan salah satu properti milik InJourney yang memiliki nilai sejarah penting. Bangunan ini pernah menjadi saksi perjuangan Jenderal Soedirman ketika mempertahankan kedaulatan negara. 

 

Oleh karena itu, manajemen memutuskan untuk mengembalikan nama dan arsitektur hotel ke bentuk aslinya saat pertama kali didirikan pada tahun 1911. Dengan pendekatan ini, ucap dia, hotel tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai ruang yang menghidupkan kembali sejarah perjuangan bangsa.

 

"Hotel ini merupakan saksi sejarah Bapak Panglima Besar Jenderal Soedirman pada saat mempertahankan kedaulatan negara. Jadi kita mengembalikan namanya, mengembalikan arsitekturnya ke tahun dia didirikan yaitu 1911," ucap dia. 

 

Christine menjelaskan hotel ini memiliki perjalanan sejarah panjang dengan berbagai perubahan nama. Ketika pertama berdiri pada 1911, hotel ini bernama Grand Hotel De Djokja. Pada masa pendudukan Jepang sekitar 1942, namanya berubah menjadi Hotel Asahi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement