Rabu 04 Mar 2026 11:33 WIB

Rupiah Makin Dekat Level 17.000, BI Tegaskan Terus Jaga Stabilitas

Bank Indonesia memastikan stabilitas nilai tukar tetap terjaga di tengah tekanan.

Rep: Eva Rianti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.
Foto: bank indonesia
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah. Upaya intervensi terus dilakukan untuk meminimalisasi dampak meluas dari konflik tersebut.

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam keterangan resmi kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga

Destry menjelaskan, sejauh ini pelemahan rupiah masih aligned dengan mata uang regional. Tercatat secara month to date (mtd), rupiah melemah 0,51 persen dan diklaim relatif lebih baik dibandingkan regional. Posisi nilai tukar rupiah pada Rabu (4/3/2026) pukul 11.00 WIB terpantau bergerak di level Rp 16.902 per dolar AS atau mendekati Rp 17.000 per dolar AS.

"Intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder," tegas Destry.

Rupiah diyakini masih relatif baik seiring dengan terjaganya cadangan devisa. BI mencatat posisi cadangan devisa mencapai 154,6 miliar dolar AS pada akhir Januari 2026. Adapun arus modal asing di pasar keuangan domestik selama 2026 tercatat mencapai Rp 25,7 triliun.

photo
Petugas menghitung uang dollar AS di tempat penukaran valuta asing. - (Republika/Thoudy Badai)

Berita Lainnya

Rekomendasi