Rabu 11 Feb 2026 17:38 WIB

Emosi Jadi Faktor Dominan Masyarakat Terjerat Pinjol, Ini Temuan Peneliti UI

Riset mengungkap bagaimana emosi memengaruhi keputusan keuangan.

Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Miriam Rustam, menyatakan emosi lebih dominan menyebabkan banyak masyarakat terjerat pinjaman online (pinjol).
Foto: dok Cyber University
Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Miriam Rustam, menyatakan emosi lebih dominan menyebabkan banyak masyarakat terjerat pinjaman online (pinjol).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Miriam Rustam, menyatakan emosi lebih dominan menyebabkan banyak masyarakat terjerat pinjaman online (pinjol). Melalui rangkaian penelitian terhadap lebih dari 900 responden, Miriam menemukan bahwa dua tipe emosi bekerja secara bersamaan saat individu menghadapi pilihan keuangan berisiko, yakni emosi antisipatif dan emosi yang diantisipasi.

"Emosi antisipatif ialah perasaan langsung yang dialami saat mempertimbangkan pilihan, misalnya antusiasme seketika saat melihat peluang untung," kata Miriam Rustam di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga

Sementara itu, emosi yang diantisipasi adalah prediksi mengenai perasaan di masa depan setelah hasil keputusan terjadi, seperti membayangkan kebahagiaan saat investasi berhasil.

Riset Miriam membuktikan bahwa intensi mengambil risiko meningkat tajam ketika informasi disajikan secara abstrak (fokus pada tujuan besar seperti modal usaha) dan dibingkai dalam konteks keuntungan (gain). Dalam kondisi tersebut, pertahanan psikologis seseorang melemah karena hanya berfokus pada bayangan kesuksesan tanpa mempertimbangkan risiko kegagalan secara mendalam.

Berdasarkan temuan tersebut, Miriam merekomendasikan agar edukasi literasi keuangan di Indonesia tidak hanya mengajarkan tentang angka, tetapi juga menekankan pengelolaan emosi serta penyajian informasi konkret.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement