Jumat 20 Mar 2026 07:07 WIB

Gunakan THR untuk Investasi Saham, Ini Tips bagi Pemula

Dana THR kini tak hanya untuk konsumsi, tetapi juga peluang memulai investasi.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda
 Tunjangan Hari Raya (THR) tidak lagi sekadar habis untuk kebutuhan Lebaran. (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Tunjangan Hari Raya (THR) tidak lagi sekadar habis untuk kebutuhan Lebaran. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tunjangan Hari Raya (THR) tidak lagi sekadar habis untuk kebutuhan Lebaran. Sebagian masyarakat mulai memanfaatkan dana tersebut sebagai modal awal investasi, termasuk di pasar saham.

Di tengah meningkatnya literasi keuangan, pola pengelolaan THR perlahan berubah. Uang tambahan yang sebelumnya habis untuk konsumsi kini mulai dialokasikan agar bisa berkembang.

Baca Juga

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Sergio Ticoalu mengatakan, THR dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi. “THR adalah kesempatan untuk mulai mengalokasikan uang secara lebih strategis, tidak hanya dibelanjakan,” ujarnya, dikutip Kamis (19/3/2026).

Namun, ia mengingatkan investasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Banyak investor pemula masih terjebak tren atau ikut-ikutan tanpa memahami risiko.

“Yang penting punya keyakinan dan pemahaman terhadap instrumen yang dipilih, bukan sekadar ikut ramai,” kata Sergio.

Sebelum berinvestasi, masyarakat tetap diminta memprioritaskan kebutuhan utama dan dana darurat. Setelah itu, sisa THR baru dapat dialokasikan ke instrumen investasi seperti saham atau reksa dana.

Bagi pemula, investasi saham dinilai semakin mudah diakses melalui aplikasi digital. Modal yang dibutuhkan juga relatif terjangkau sehingga tidak harus menunggu memiliki dana besar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement