REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat (6/2/2026) sore, ditutup melemah seiring pelaku pasar merespons rilis lembaga pemeringkat global Moody’s yang menurunkan outlook untuk peringkat utang Indonesia.
IHSG ditutup melemah 168,62 poin atau 2,08 persen ke posisi 7.935,25. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,77 poin atau 1,66 persen ke posisi 815,58.
“Sentimen negatif berasal dari penurunan outlook peringkat utang Pemerintah Indonesia menjadi negatif, meskipun peringkat utang tetap stabil di level Baa2 (investment grade),” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, Jumat.
Di sisi lain, S&P Global Ratings menyatakan volatilitas pasar saham belum mengubah pandangan mereka terhadap peringkat Indonesia yang tetap berada pada outlook stabil. “Walaupun S&P mengingatkan pelemahan fiskal dapat menambah tekanan penurunan peringkat jika tidak diimbangi oleh perbaikan di area lainnya,” ujar Ratna.
Sementara itu, data ekonomi domestik menunjukkan cadangan devisa (cadev) Indonesia tercatat sebesar 154,6 miliar dolar AS pada Januari 2026, menurun dari sebelumnya 156,5 miliar dolar AS pada Desember 2025. Penurunan tersebut disebabkan oleh pembayaran utang valuta asing (valas) pemerintah serta upaya stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia (BI).
Selain itu, indeks harga properti di Indonesia tumbuh 0,83 persen secara year on year (yoy) pada kuartal IV 2025, relatif stabil dibandingkan kuartal III 2025 yang tumbuh 0,84 persen (yoy). Angka tersebut merupakan pertumbuhan paling lambat sejak 2023.
Pada pekan depan, dari sisi domestik, Ratna mengatakan pelaku pasar akan mencermati rilis data consumer confidence, data retail sales, serta data penjualan sepeda motor dan mobil.
Dibuka melemah, IHSG bertahan di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih berada di zona merah hingga penutupan perdagangan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat, yakni sektor transportasi dan logistik yang naik 0,18 persen.
Sementara itu, sepuluh sektor melemah, dengan sektor barang konsumen nonprimer turun paling dalam sebesar 5,07 persen, diikuti sektor industri dan sektor barang baku yang masing-masing melemah 4,73 persen dan 3,23 persen.
Adapun saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar adalah NZIA, ELPI, LION, INAI, dan KJEN. Sementara saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PADI, PIPA, COIN, TRUE, dan BIPI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.248.150 kali transaksi, dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 35,58 miliar lembar saham senilai Rp 19,70 triliun. Sebanyak 107 saham menguat, 646 saham melemah, dan 68 saham stagnan.
Bursa saham regional Asia pada sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 435,69 poin atau 0,81 persen ke posisi 54.253,69. Indeks Shanghai melemah 10,33 poin atau 0,25 persen ke 4.065,58. Indeks Hang Seng melemah 325,29 poin atau 1,21 persen ke posisi 26.559,94. Sementara Indeks Straits Times melemah 41,45 poin atau 0,83 persen ke posisi 4.934,41.