Jumat 06 Feb 2026 16:31 WIB

BI Catat Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 154,6 Miliar di Januari 2026

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan eksternal.

Rep: Eva Rianti/ Red: Friska Yolandha
Teller menghitung uang rupiah di Kantor Cabang Muamalat Tower di Jakarta, Senin (24/3/2025). Bank Muamalat menyiapkan uang tunai sebesar Rp624 miliar untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai di masyarakat sepanjang Ramadhan dan libur Idul Fitri 1446 Hijriah. Hal ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan Bank Muamalat dalam kegiatan Semarak Rupiah dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2025 yang diselenggarakan Bank Indonesia.
Foto: Dok Republika
Teller menghitung uang rupiah di Kantor Cabang Muamalat Tower di Jakarta, Senin (24/3/2025). Bank Muamalat menyiapkan uang tunai sebesar Rp624 miliar untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai di masyarakat sepanjang Ramadhan dan libur Idul Fitri 1446 Hijriah. Hal ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan Bank Muamalat dalam kegiatan Semarak Rupiah dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2025 yang diselenggarakan Bank Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyampaikan update posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 mencapai 154,6 miliar dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibandingan posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 sebesar 156,5 miliar dolar AS. 

"Perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026). 

Baca Juga

Denny menerangkan, posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2026 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujarnya.

Ke depan, lanjut Denny, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik. BI juga memastikan terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement