Jumat 30 Jan 2026 14:46 WIB

OJK Segera Tunjuk Plt Dirut BEI Pengganti Iman Rachman

Pengganti sementara yakni berstatus Pelaksana Tugas.

Rep: Eva Rianti/ Red: Friska Yolandha
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan keterangan resmi usai mundurnya Direktur Utama PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Foto: Republika/Eva Rianti
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan keterangan resmi usai mundurnya Direktur Utama PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menyampaikan, pengganti Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman akan segera ditunjuk. Pengganti sementara yakni berstatus Pelaksana Tugas (Plt). 

“Sesuai dengan ketentuan dan juga prosedur yang berlaku, OJK akan menunjuk Pelaksana Tugas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia untuk memastikan keseimbangan kepemimpinan, pengambilan keputusan strategis, serta stabilitas operasional Bursa,” kata Inarno dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga

Namun, Inarno masih enggan untuk membeberkan kandidat yang akan menjadi Plt Dirut BEI nantinya. Ia hanya menekankan, prosesnya segera berlangsung di lingkaran Board of Director (BOD), sesuai aturan yang berlaku. 

“Tentunya itu sudah diatur di Anggaran Dasar di BEI, dan ini masih dalam proses. Jadi, nanti akan ditunjuk oleh Board of Director daripada IDX, itu sudah ada ketentuannya,” ujarnya. 

Seiring dengan masih berprosesnya penunjukan Plt Dirut BEI, Inarno memastikan operasional bursa tidak akan terganggu. Segala upaya yang dilakukan OJK bersama self regulatory organization (SRO) soal keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dipastikan tetap berjalan. OJK bersama SRO dikabarkan akan bertemu dengan MSCI untuk melakukan negosiasi. 

“Segala macam itu tetap kita jaga. Kan ada penggantinya, nanti ada Plt, jadi nanti tetap jalan (proses negosiasi dengan MSCI),” terangnya. 

Diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok mencapai lebih dari 8 persen pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/12026), hingga memicu pembekuan sementara perdagangan atau trading halt. Itu imbas dari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) bekukanrebalancing saham Indonesia, berkaitan dengan penilaian free float.

BEI bersama SRO dan OJK menyatakan komitmen untuk berkoordinasi dengan MSCI, dan melakukan negosiasi atas persoalan tersebut. Direncanakan akan dilakukan pertemuan dengan MSCI pada Senin pekan depan.

Namun, pada Jumat (30/1/2026), secara mendadak, Dirut PT BEI Iman Rachman mengungkapkan pengunduran dirinya, usai carut marut kondisi IHSG dalam dua hari terakhir. Iman menyatakan, pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi yang terjadi di market belakangan ini. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement