Senin 26 Jan 2026 18:37 WIB

Hanya Butuh 30 Menit, Ini Alasan Komisi XI Pilih Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Komisi XI DPR menilai Thomas mampu memperkuat sinergi kebijakan moneter dan fiskal.

Rep: Eva Rianti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang juga Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (kanan) bersalaman dengan Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun (kiri) saat akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di ruang Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang juga Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (kanan) bersalaman dengan Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun (kiri) saat akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di ruang Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – DPR RI telah mengumumkan terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkapkan alasan dipilihnya keponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut lantaran Thomas dinilai memiliki kapasitas yang tepat untuk menempati jajaran Dewan Gubernur BI, terutama dalam memperkuat sinergi antara BI dan pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik, dan figur Bapak Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi antara kebiijakan moneter dan kebijakan fiskal,” ungkap Misbakhun kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Baca Juga

Misbakhun menilai sosok Thomas memiliki kapasitas dalam memperkuat sinergi antara BI dan pemerintah. Sinergi yang positif diyakini dapat mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi secara lebih efektif.

“Sehingga memberikan penguatan terhadap pertumbuhan ekonomi seperti apa dan bagaimana membangun agile atau kelincahan dalam proses pengambilan keputusan. Dan menurut saya memang itu isu yang sedang kuat saat ini, bagaimana membangun sinergi yang saling menguatkan antara monetary policy dan fiscal policy,” ungkapnya.

Diketahui, posisi Deputi Gubernur BI sempat kosong setelah Juda Agung mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Seiring pengunduran diri tersebut, Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur BI merekomendasikan tiga nama kandidat, yakni Solikin M. Juhro, Dicky Kartikoyono, dan Thomas Djiwandono.

Solikin menjalani fit and proper test pada Jumat (23/1/2026). Adapun Dicky dan Thomas mengikuti proses tersebut pada Senin (26/1/2026).

Proses pengambilan keputusan di Komisi XI DPR RI akhirnya menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI. Seluruh fraksi yang berjumlah delapan partai politik secara kompak sepakat memilih Thomas hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement