REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pelaksanaan Program Listrik Desa. Pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia telah teraliri listrik pada 2029.
Program tersebut diarahkan untuk menjangkau ribuan wilayah yang hingga kini belum menikmati akses listrik, sekaligus memperkecil kesenjangan energi antardaerah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan percepatan listrik desa berjalan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Target Bapak Presiden yang memerintahkan kepada kami, pada 2029 seluruh desa dan dusun harus semuanya selesai,” kata Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Pada 2025, Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk program listrik desa. Dana tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah terpencil serta bantuan pemasangan baru bagi rumah tangga yang belum terjangkau jaringan listrik.
Melalui program tersebut, pemerintah menyelesaikan elektrifikasi di 1.516 lokasi desa dan dusun. Bantuan pemasangan baru juga menjangkau 205.968 rumah tangga, sehingga memperluas akses listrik sekaligus mendorong peningkatan konsumsi listrik per kapita nasional.
Bahlil menjelaskan percepatan listrik desa berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan energi nasional secara menyeluruh. Program ini diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka menengah pemerintah di sektor energi.
“Program strategi ketahanan energi ke depan adalah program listrik desa yang kita kembangkan terus,” ujarnya.