Selasa 13 Jan 2026 21:45 WIB

Aturan Rusun Subsidi Segera Terbit, Harga Jadi Fokus Utama

Kementerian PKP menyiapkan regulasi baru rusun subsidi untuk jawab tantangan backlog.

Warga membeli pangan bersubsidi di Rumah Susun Jatinegara Kaum, Rabu (11/5/2022). Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) menggelar subsidi pangan bagi warga penghuni rusun di seluruh DKI Jakarta setiap satu bulan sekali dengan harga satu paket berisi beras, daging sapi, daging ayam, ikan, dan telur seharga Rp 96 ribu dan bagi warga yang memiliki Kartu Jakarta Pintar seharga Rp 126 ribu dengan tambahan satu dus susu. Sementara, distribusi pangan subsidi untuk hari ini di  Rusun Jatinegara Kaum sebanyak 230 paket. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga membeli pangan bersubsidi di Rumah Susun Jatinegara Kaum, Rabu (11/5/2022). Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) menggelar subsidi pangan bagi warga penghuni rusun di seluruh DKI Jakarta setiap satu bulan sekali dengan harga satu paket berisi beras, daging sapi, daging ayam, ikan, dan telur seharga Rp 96 ribu dan bagi warga yang memiliki Kartu Jakarta Pintar seharga Rp 126 ribu dengan tambahan satu dus susu. Sementara, distribusi pangan subsidi untuk hari ini di Rusun Jatinegara Kaum sebanyak 230 paket. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengungkapkan keputusan menteri (Kepmen) terkait rumah susun (rusun) subsidi ditargetkan terbit pada bulan ini.

“Kalau bulan ini, insya Allah. Bisa jadi lebih cepat,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga

Sri menjelaskan Kepmen rusun subsidi tersebut akan mengatur sejumlah aspek, antara lain terkait rumah susun, bunga pinjaman, tenor pembiayaan, dan ketentuan lainnya.

“Yang pasti, sudah mendekati final, terutama terkait penyesuaian harga dibandingkan sebelumnya. Selama ini memang belum ada penyesuaian harga,” katanya.

Ia menambahkan Menteri PKP Maruarar Sirait akan kembali mengundang pengembang rusun subsidi, perbankan, serta para pemangku kepentingan terkait untuk membahas Kepmen tersebut secara lebih mendalam.

“Tadi ada beberapa masukan. Besok (Rabu, 14 Januari) kita akan ada putaran lagi untuk diskusi dengan perbankan dan pengembang. Namun, secara keseluruhan pembahasannya sudah mengerucut,” ujar Sri.

Sebagai informasi, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menilai rusun subsidi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi backlog perumahan di kawasan perkotaan.

“Yang kita percepat justru penyesuaian harga untuk rusun terlebih dahulu, supaya permasalahan backlog perkotaan bisa mulai terurai dengan masuknya skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk hunian vertikal,” ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

Heru menambahkan, setelah sisi suplai rusun subsidi dibenahi, langkah berikutnya adalah penyesuaian harga per meter persegi dan per unit. Penyesuaian tersebut saat ini masih dalam proses finalisasi untuk dikalibrasi kembali dengan indeks kemahalan konstruksi khusus bangunan tempat tinggal yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

BP Tapera, lanjut Heru, juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan serta para pemangku kepentingan lainnya terkait skema pembiayaan rusun subsidi.

Selain itu, sejumlah aspek lain juga perlu diperhitungkan, mulai dari skema pembiayaan, besaran uang muka, suku bunga, tenor atau jangka waktu pelunasan, hingga perlindungan bagi konsumen.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement