REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/1/2026) sore ditutup menguat seiring dengan optimisme pelaku pasar pada awal tahun 2026. IHSG ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,42 poin atau 0,64 persen ke posisi 852,00.
"Meskipun mengalami perlambatan, posisi indeks manufaktur masih di zona ekspansi yang mencerminkan pertumbuhan aktivitas manufaktur secara stabil," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari dalam negeri, S&P Global melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia periode Desember 2025 berada di level 51,2, atau lebih rendah dari sebelumnya 53,3 pada November 2025.
Pada hari ini, sejumlah pejabat bidang pasar modal di tanah air, melangsungkan seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Gedung BEI Jakarta.
Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimismenya bahwa berbagai sentimen dapat mendorong IHSG menembus level 10.000 pada tahun ini.
Di sisi lain, pada pekan depan, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi dan neraca perdagangan periode Desember 2025.
Dari mancanegara, pelaku pasar mempertimbangkan risalah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan terkait waktu pemangkasan suku bunga pada 2026, meski The Fed tetap mempertahankan bias pelonggaran.