Jumat 13 Mar 2026 13:51 WIB

Mudik dan Lebaran Dorong Lonjakan Belanja Online di Indonesia

Lonjakan mudik dan kebutuhan rumah tangga dorong aktivitas belanja lewat e-commerce.

Pekerja menyortir paket untuk dikirim ke alamat tujuan di Transit Hub salah satu perusahaan jasa pengiriman, Jakarta, Senin (19/5/2025). Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa Peraturan Menteri Komdigi Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial tidak mengatur atau membatasi promosi gratis ongkir yang dilakukan oleh e-commerce. Aturan tersebut hanya menyasar diskon ongkos kirim yang diberikan oleh penyedia jasa kurir secara langsung, baik melalui aplikasi maupun di loket.  Pembatasan ini ditujukan untuk mencegah kerugian jangka panjang yang dapat berdampak pada kesejahteraan pekerja sektor logistik.
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja menyortir paket untuk dikirim ke alamat tujuan di Transit Hub salah satu perusahaan jasa pengiriman, Jakarta, Senin (19/5/2025). Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa Peraturan Menteri Komdigi Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial tidak mengatur atau membatasi promosi gratis ongkir yang dilakukan oleh e-commerce. Aturan tersebut hanya menyasar diskon ongkos kirim yang diberikan oleh penyedia jasa kurir secara langsung, baik melalui aplikasi maupun di loket. Pembatasan ini ditujukan untuk mencegah kerugian jangka panjang yang dapat berdampak pada kesejahteraan pekerja sektor logistik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah diperkirakan kembali mendorong lonjakan aktivitas belanja masyarakat, terutama melalui platform e-commerce. Lazada Indonesia mencatat meningkatnya minat konsumen terhadap berbagai produk yang mendukung perjalanan mudik maupun kebutuhan rumah tangga saat Lebaran.

Survei nasional Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 143,9 juta orang atau lebih dari 50 persen populasi Indonesia akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Angka tersebut menjadikan periode ini sebagai salah satu mobilitas masyarakat terbesar setiap tahun.

Baca Juga

Commercial Director Lazada Indonesia Erika Agustine mengatakan permintaan sejumlah kategori produk biasanya meningkat menjelang Idul Fitri, mulai dari otomotif, peralatan rumah tangga, hingga perangkat elektronik.

Menurut dia, lonjakan permintaan tersebut dipicu oleh dua aktivitas utama masyarakat selama periode Lebaran, yakni perjalanan mudik dan perayaan hari raya bersama keluarga di rumah.

Lembaga kajian Center of Reform on Economics (CORE) memperkirakan perputaran uang selama Ramadhan dan Lebaran 2026 dapat mencapai sekitar Rp 190 triliun, meningkat dibandingkan sekitar Rp 160 triliun pada tahun sebelumnya.

“Konsumen mencari produk yang dapat mendukung kelancaran perjalanan sekaligus melengkapi kebutuhan rumah tangga saat berkumpul dengan keluarga. E-commerce menjadi pilihan karena konsumen dapat mengakses berbagai produk autentik dan berkualitas dari merek tepercaya,” ujar Erika melalui keterangan, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, Lazada turut memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan berbagai penawaran promosi bagi konsumen menjelang Lebaran.

photo
Tips mengelola THR agar tak cepat habis. - (Tim infografis)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement