Senin 29 Dec 2025 07:00 WIB

Menkomdigi Pastikan Internet Aceh Pulih sebelum Pergantian Tahun 2026

Pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak bencana terus dikebut.

Lahan sawit yang rusak akibat banjir bandang di Desa Batu Bedulang, Aceh Tamiang, Selasa (23/12/2025). Desa Batu Bedulang dan Desa Baling Karang menjadi salah satu desa yang terdampak banjir bandang yang masih minim bantuan logistik dan layanan kesehatan lantaran akses jalur darat baru dapat dilalui kendaraan roda empat pada Ahad (21/12) atau setelah 29 hari banjir bandang melanda kawasan tersebut. Sebelumnya bantuan dapat disalurkan melalui jalur sungai dan jalur udara.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Lahan sawit yang rusak akibat banjir bandang di Desa Batu Bedulang, Aceh Tamiang, Selasa (23/12/2025). Desa Batu Bedulang dan Desa Baling Karang menjadi salah satu desa yang terdampak banjir bandang yang masih minim bantuan logistik dan layanan kesehatan lantaran akses jalur darat baru dapat dilalui kendaraan roda empat pada Ahad (21/12) atau setelah 29 hari banjir bandang melanda kawasan tersebut. Sebelumnya bantuan dapat disalurkan melalui jalur sungai dan jalur udara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi RI) Meutya Viada Hafid menyatakan konektivitas internet di Aceh akan kembali pulih sebelum pergantian tahun atau memasuki 2026.

“Untuk kami, tugas kami adalah memastikan koneksi internet kembali pulih sebelum tahun berganti,” kata Meutya Hafid saat berkunjung ke Aceh Tamiang, Ahad (28/12/2025) lalu.

Baca Juga

Menurut Meutya, Presiden RI Prabowo Subianto telah menugaskan jajaran kabinet yang terkait kebencanaan untuk mempercepat pemulihan di sektor masing-masing sebelum akhir tahun. Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital hadir bersama berbagai mitra, termasuk para operator seluler seperti Telkomsel, XL, dan Indosat.

“Selain itu, turut hadir Direktur RRI, TVRI, ANTARA, dan lainnya untuk memastikan setiap tugas dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

photo
Warga menggunakan air lumpur untuk mencuci tangan di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, Aceh, Ahad (28/12/2025). - (ANTARA FOTO)

Selama berada di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Meutya Hafid meninjau menara base transceiver station (BTS) yang sempat rusak akibat banjir di Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru.

Selain meninjau BTS, Menkomdigi juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana yang berada di tenda-tenda pengungsian di kompleks perkantoran Bupati Aceh Tamiang.

Saat ini, pengoperasian infrastruktur telekomunikasi seluler masih dibantu dengan mesin genset dan baterai karena pasokan listrik dari PLN belum sepenuhnya pulih. “Tadi sudah kita lihat langsung BTS yang terdampak. Untuk pemulihan BTS sudah di atas 90 persen, bahkan ada yang mencapai 95 persen,” kata Meutya.

Namun, ia menambahkan, jika dihitung secara keseluruhan, pemulihan jaringan di seluruh Aceh telah mencapai sekitar 90 persen. Sementara itu, khusus Aceh Tamiang masih berada pada kisaran 60 hingga 80 persen.

“Karena operatornya berbeda-beda. Telkomsel mungkin sudah 80 persen, sementara Indosat dan XL menyusul. Dalam dua hari ini konektivitas akan ditingkatkan dengan berbagai cara, menggunakan genset dan baterai,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Meutya mengapresiasi kerja para operator seluler yang tetap melakukan percepatan pemulihan jaringan komunikasi meskipun banyak keluarga mereka juga terdampak bencana.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Secara umum, konektivitas internet di Aceh telah mencapai lebih dari 91 persen. Namun, Aceh Tamiang dan Gayo Lues masih menjadi pekerjaan rumah Kementerian Komunikasi dan Digital karena belum mencapai 90 persen.

“Kita masih punya waktu beberapa hari menjelang akhir tahun. Saya sudah menitipkan kepada Telkomsel agar konektivitas bisa di atas 90 persen dan mereka menyanggupi. Insyaallah konektivitas benar-benar pulih,” ujarnya.

Di sisi lain, Meutya mengaku senang melihat warga Aceh Tamiang sudah kembali dapat melakukan panggilan video dan mengakses berita daring, mengingat informasi sangat penting dalam proses pemulihan bencana.

“Mudah-mudahan konektivitas ini bisa stabil terus hingga tahun depan dan seterusnya,” kata Meutya Hafid.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement