Ahad 28 Dec 2025 17:16 WIB

KKP: Layanan Pelabuhan Perikanan Tetap Jalan di Libur Nataru

KKP memastikan stok ikan aman dan distribusi hasil perikanan tetap lancar.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pekerja membongkar muat dan mengangkut ikan hasil tangkapan nelayan. (ILUSTRASI)
Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Pekerja membongkar muat dan mengangkut ikan hasil tangkapan nelayan. (ILUSTRASI)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin pelayanan publik di seluruh pelabuhan perikanan di Indonesia tetap berjalan optimal pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2026 untuk memastikan stok ikan aman tersedia. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif mengatakan hal tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran aktivitas nelayan. Selain itu, langkah ini juga untuk memastikan ketersediaan stok ikan serta mendukung distribusi hasil perikanan di tengah meningkatnya aktivitas jelang pergantian tahun.

“Kami pastikan seluruh unit pelaksana teknis (UPT) pelabuhan perikanan lingkup Ditjen Perikanan Tangkap tetap berjalan optimal mulai dari pelayanan sandar, bongkar muat ikan, administrasi perizinan usaha, serta memastikan stok ikan tersedia di cold storage dan unit pengolahan ikan (UPI),” ujar Latif dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (28/12/2025).

Baca Juga

Menurutnya, pelayanan yang baik di pelabuhan perikanan menjadi kunci kelancaran aktivitas perikanan nasional. Selain mendukung produktivitas nelayan, pelayanan yang prima juga menjaga stabilitas pasokan ikan dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Di sisi lain, Latif juga mengingatkan pemilik kapal perikanan dan nelayan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

“Keselamatan adalah prioritas utama saat melaut dan tidak perlu memaksakan diri jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Terus pantau informasi cuaca dan ikuti arahan syahbandar di pelabuhan perikanan,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, syahbandar di seluruh pelabuhan perikanan terus meningkatkan pengawasan dan pelayanan keselamatan pelayaran, mulai dari penyampaian informasi prakiraan cuaca terkini, pemeriksaan kelengkapan dokumen kapal, hingga memastikan kelaikan kapal perikanan sebelum melaut.

Selain itu, syahbandar juga aktif memberikan imbauan langsung kepada nelayan terkait penggunaan alat keselamatan serta kesiapan awak kapal perikanan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta seluruh jajarannya tetap melakukan monitoring terkait kegiatan operasional pelabuhan perikanan selama libur Natal dan Tahun Baru.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement