Rabu 17 Dec 2025 14:23 WIB

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 Himpun Dana Amal untuk Atasi Stunting di NTB

Total dana sebesar Rp 72.523.800 untuk membantu mengatasi stunting di NTB.

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram secara simbolis menyerahkan hasil Dana Lelang Amal MotoGP™ 2025 kepada InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Senin (15/12/2025) di Kantor ITDC, The Mandalika, Lombok Tengah, NTB.
Foto: ITDC
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram secara simbolis menyerahkan hasil Dana Lelang Amal MotoGP™ 2025 kepada InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Senin (15/12/2025) di Kantor ITDC, The Mandalika, Lombok Tengah, NTB.

REPUBLIKA.CO.ID, MANDALIKA - Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram secara simbolis menyerahkan hasil Dana Lelang Amal MotoGP™ 2025 kepada InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Senin (15/12/2025) di Kantor ITDC, The Mandalika, Lombok Tengah, NTB. 

Dana tersebut dihimpun melalui kegiatan Lelang Amal MotoGP™ Charity Auction 'Driven to Give' yang diselenggarakan KPKNL Mataram, dengan total dana sebesar Rp 72.523.800. Dana tersebut difasilitasi penyalurannya melalui ITDC dan MGPA untuk disalurkan kepada penerima manfaat, dengan pembagian masing-masing sebesar Rp 36.261.900.

ITDC akan menyalurkan dana melalui Program Percepatan Penanganan Stunting. Sementara MGPA memanfaatkannya untuk mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat di sekitar Pertamina Mandalika International Circuit.

photo
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram secara simbolis menyerahkan hasil Dana Lelang Amal MotoGP™ 2025 kepada InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Senin (15/12/2025) di Kantor ITDC, The Mandalika, Lombok Tengah, NTB. - (ITDC)

PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyampaikan ITDC berkomitmen dalam memastikan setiap penyelenggaraan event internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

“Kolaborasi antara ITDC, MGPA dan KPKNL Mataram menjadi contoh nyata bagaimana ekosistem pariwisata dan olahraga dapat berjalan seiring dengan agenda sosial. Melalui penyaluran hasil lelang amal ini, kami mendukung upaya percepatan penanganan stunting yang menjadi salah satu isu prioritas nasional, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal,” kata Agus.

Kepala KPKNL Mataram, Doni Prabudi menegaskan penyaluran dana hasil lelang ini merupakan wujud sinergi dan kepercayaan kepada ITDC dan MGPA sebagai mitra yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

“Nilai bantuan yang disalurkan merupakan langkah awal dari semangat gotong royong dan kolaborasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi bersama menuju Indonesia yang adil dan makmur, sejalan dengan semangat NTB Makmur Mendunia,” ungkapnya.

PGS. Vice President Commercial MGPA, Rully Habibie menyampaikan MGPA terbuka untuk memperluas kerja sama serupa di masa mendatang. Menurutnya, lelang amal memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari rangkaian event motorsport, tidak hanya pada ajang MotoGP, tetapi juga pada berbagai kegiatan lainnya seperti Mandalika Racing Series, Mandiri Festival of Speed, hingga berbagai event lari yang diselenggarakan oleh MGPA.

“Ke depan, inisiatif ini dapat dikembangkan sebagai side event resmi yang terintegrasi dengan agenda internasional, sehingga manfaat sosial dari penyelenggaraan event dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat NTB,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, ITDC, MGPA, dan KPKNL menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan event berskala internasional di KEK Mandalika, tidak hanya sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi, tetapi juga sebagai sarana berbagi dan pemberdayaan masyarakat, serta mendorong pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement