REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Keterlibatan sektor swasta memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Dukungan ini dinilai krusial untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi bantuan gizi bagi anak-anak.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan, MBG menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program ini menargetkan penerima manfaat dalam jumlah besar dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas generasi muda.
“Dukungan dari swasta menjadi faktor penguat dalam pelaksanaan di lapangan, terutama untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi distribusi,” ujar Dadan, Rabu (18/3/2026).
Dadan menilai kolaborasi lintas sektor mencerminkan solidaritas dalam membangun kualitas SDM ke depan. Menurut dia, pemenuhan gizi anak akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan produktivitas dalam jangka panjang. "Ini menjadi kepentingan bersama,” lanjut Dadan.
Dadan menjelaskan, implementasi MBG di sejumlah daerah menunjukkan hasil positif. Program ini mendorong peningkatan kehadiran siswa, aktivitas belajar yang lebih aktif, serta daya tahan fisik anak.
“Begitu ada program makan bergizi, dia bangun lebih awal dan membangunkan neneknya,” kata Dadan.
Dukungan swasta juga hadir melalui program Sehati atau Susu Sehat Bernutrisi yang dijalankan PT Triputra Agro Persada Tbk. Program ini menyalurkan susu kepada anak-anak sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Program Sehati menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan TAP untuk Negeri yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan pendidikan generasi muda. Distribusi susu secara rutin ditujukan untuk membantu pemenuhan gizi, mencegah stunting, serta mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah.
“Saya suka minum susu, selain rasanya enak juga bisa bikin tambah kuat belajar dan main bola. Terima kasih TAP,” ujar Antonius, siswa SDN 2 Jahitan, Seruyan, Kalimantan Tengah.
Kepala TK Tunas Bahandep Misnawati mengatakan, program tersebut membantu meningkatkan asupan gizi sekaligus menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap pendidikan anak.
Implementasi program ini juga melibatkan berbagai pihak untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan MBG di daerah.
Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurut dia, kerja sama ini memperkuat ketahanan pangan, mendukung pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.