Senin 15 Dec 2025 15:43 WIB

Hadapi Nataru, ASDP Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Cuaca Ekstrem

Ratusan kapal dan sistem digital disiapkan untuk jaga kelancaran arus penyeberangan.

Rep: Muhammad Nusryamsi/ Red: Friska Yolandha
 Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di jalur Pantura Watudodol, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (24/7/2025). Dari pantauan PT ASDP Indonesia Ferry, antrean kendaraan yang didominasi kendaraan truk barang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi mencapai 26 kilometer akibat pembatasan operasional kapal lintas Ketapang-Gilimanuk oleh KSOP sebegai bentuk peningkatan aspek keselamatan pelayaran.
Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di jalur Pantura Watudodol, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (24/7/2025). Dari pantauan PT ASDP Indonesia Ferry, antrean kendaraan yang didominasi kendaraan truk barang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi mencapai 26 kilometer akibat pembatasan operasional kapal lintas Ketapang-Gilimanuk oleh KSOP sebegai bentuk peningkatan aspek keselamatan pelayaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan penyeberangan nasional agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, tertib, dan nyaman saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Direktur Utama ASDP Indonesia Heru Widodo menyampaikan ASDP memperkuat pengelolaan operasional di 15 Lintasan Pantauan Nasional yang menjadi urat nadi konektivitas antardaerah sekaligus menyiapkan langkah antisipatif menghadapi dinamika cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

"Sebanyak 15 lintasan prioritas yang berada di bawah koordinasi 15 cabang pada 33 pelabuhan dipastikan dalam kondisi siap layanan," ujar Heru saat media gathering bertajuk "Kesiapan Angkutan Layanan Nataru 2025-2026" di Kantor Pusat ASDP Indonesia, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Baca Juga

Heru memerinci lintasan tersebut mencakup Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Jangkar–Lembar, Kayangan–Pototano, Tanjung Api-Api–Tanjung Kelian, Telaga Punggur–Tanjung Uban, Ajibata–Ambarita, Nias–Sibolga, Padangbai–Lembar, Kariangau–Penajam, Bajoe–Kolaka, Bira–Pamatata, Bitung–Ternate, Hunimua–Waipirit, serta Bolok–Rote. Menurut Heru, jalur-jalur ini menjadi fokus utama karena perannya yang strategis dalam mendukung arus mudik lokal, pariwisata, dan distribusi logistik selama Nataru.

"ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang andal dengan menempatkan keselamatan, empati, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama pelayanan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan potensi cuaca ekstrem," ucap Heru. 

Secara nasional, lanjut Heru, ASDP menyiapkan 222 kapal yang terdiri atas 135 kapal komersial dan 87 kapal perintis, untuk melayani 318 lintasan penyeberangan, termasuk 91 lintasan komersial dan 227 lintasan perintis. Berdasarkan proyeksi, ucap Heru, pergerakan penumpang di 15 lintasan pantauan nasional diperkirakan mencapai sekitar 547 ribu orang, tumbuh 4,3 persen dibandingkan Nataru tahun lalu.

"Sementara itu, kendaraan diprediksi mencapai 868 ribu unit atau meningkat 8,9 persen. Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 23–24 Desember 2025," sambung Heru. 

Untuk mengantisipasi kepadatan, sambung Heru, ASDP mengoptimalkan sistem digital Ferizy yang memungkinkan masyarakat mengatur jadwal perjalanan secara lebih tertib. Heru menegaskan tiket penyeberangan hanya dapat dibeli melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy serta mitra resmi.

"ASDP menegaskan tidak ada penjualan tiket di area pelabuhan, dan pengguna jasa wajib memiliki tiket paling lambat satu hari sebelum keberangkatan serta datang sesuai jadwal yang tertera," lanjut Heru. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement