Senin 15 Dec 2025 12:54 WIB

Elitery-IPB Berkolaborasi Hadirkan Transformasi Pendidikan Berbasis AI

Inisiatif ini bertujuan melipatgandakan potensi manusia, bukan menggantikannya.

PT Data Sinergitama Jaya Tbk atau Elitery meluncurkan terobosan baru dalam dunia pendidikan, EliteMentor. (foto ilustrasi)
Foto: istimewa/doc humas
PT Data Sinergitama Jaya Tbk atau Elitery meluncurkan terobosan baru dalam dunia pendidikan, EliteMentor. (foto ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Data Sinergitama Jaya Tbk atau Elitery, penyedia layanan IT terkelola di Indonesia, melalui anak perusahaannya, Elite Academy, meluncurkan terobosan baru dalam dunia pendidikan, EliteMentor. Ini adalah sistem berbasis artificial intelligence (AI) pertama yang berperan sebagai dosen digital bagi mahasiswa.

Elite Academy menandatangani memorandum of agreement (MoA) dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam proyek strategis implementasi EliteMentor, AI Partner for Growth. Kolaborasi ini menghadirkan layanan dosen digital yang memberikan bimbingan dan pendampingan personal bagi mahasiswa selama 24 jam.

Dalam siaran pers disebutkan, Direktur Elite Academy, Ahmad Gilang, menyatakan, inisiatif ini sekaligus menandai langkah awal dalam menetapkan standar baru pendidikan tinggi berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia yang menggabungkan teknologi, pembelajaran adaptif, dan pendekatan personal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era digital.

Ia melanjutkan inisiasi ini tak hanya menghadirkan digitalisasi materi ajar, tapi juga membangun ekosistem pendidikan yang selalu aktif (always-on) yakni teknologi menjembatani keahlian tenaga pendidik dengan kebutuhan belajar mahasiswa yang berkelanjutan. Kolaborasi ini, kata dia, jadi solusi atas tantangan akademisi modern, ketika pengajar sering terbebani tugas administratif dan pertanyaan berulang yang mengurangi fokus pada penelitian dan pembinaan mahasiswa.

"Melalui EliteMentor, teknologi hadir sebagai asisten digital yang membantu dosen memberikan konsultasi akademik, memfasilitasi penugasan, serta mendukung proses penilaian lebih efisien dan adaptif," kata Ahmad, Senin (15/12/2025).

Ahmad menegaskan inisiatif ini bertujuan melipatgandakan potensi manusia, bukan menggantikannya.

“Kita tengah menyaksikan momen penting ketika teknologi bertransisi dari sekadar alat jadi mitra kolaboratif. Visi kami ingin memastikan keahlian berharga para tenaga pendidik dapat diperluas tanpa batas," ungkap Ahmad.

Elite Academy tidak hanya membangun perangkat lunak, tetapi memberikan kemudahan akses bimbingan berkualitas. Dengan mengambil alih proses transfer pengetahuan rutin, EliteMentor memberi kesempatan bagi dosen dan profesor untuk berfokus pada hal-hal lebih strategis seperti inovasi, penelitian, dan bimbingan mahasiswa secara mendalam.

Sebagai penyedia layanan terkelola IT yang memperluas jangkauan di kawasan regional, termasuk kehadiran Elitery Global Technology Sdn Bhd di Malaysia, menurut Ahmad, Elitery berkomitmen membawa solusi teknologi terdepan ini untuk diadopsi lebih luas oleh berbagai sektor.

"Implementasi di IPB ini jadi studi kasus bagi institusi pendidikan lain. Inisiatif ini membuktikan layanan cloud terkelola dan AI dapat dimanfaatkan untuk menjawab tantangan di dunia pendidikan sekaligus mentransformasi ruang kuliah tradisional jadi pusat pembelajaran dinamis, adaptif, dan berorientasi masa depan," ungkap Ahmad.

Dekan FPIK IPB, Prof. Fredinan Yulianda, menyampaikan, implementasi solusi AI seperti EliteMentor merupakan kebutuhan strategis FPIK dalam proses pengembangan metode pembelajaran yang sejalan dengan kurikulum baru. Ia melihat AI sebagai instrumen secara signifikan akan memperkuat dan mendorong pencapaian learning outcome mahasiswa pada lima program studi yaitu Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya, Manajemen Sumberdaya Perairan, Teknologi Hasil Perairan, Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap, dan Ilmu dan Teknologi Kelautan.

"AI tidak sekadar tools, tapi juga menstimulasi dosen untuk memperkaya substansi pembelajaran dan mengatasi kendala waktu. Kami harap dengan diterapkannya AI, pada tahun depan, kami bisa melihat peningkatan nyata dalam capaian pembelajaran mahasiswa kami," kata Fredinan.

Bagi universitas, jelas dia, adopsi AI mencerminkan komitmen strategis untuk menghasilkan lulusan melek digital dan berdaya saing global. Proyek ini akan dilaksanakan bertahap dimulai dengan uji coba konsep (proof of concept) pada awal 2026 yang difokuskan pada sejumlah mata kuliah inti guna memvalidasi capaian pembelajaran. Tahap berikutnya, implementasi skala penuh yang ditargetkan menjangkau ribuan mahasiswa aktif serta menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis data yang adaptif terhadap kecepatan dan gaya belajar masing-masing individu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement