Ahad 30 Nov 2025 14:29 WIB

Danantara Masih Wait and See Soal Rencana Merger GoTo-Grab

Rosan Roeslani: Prioritas utama adalah kesejahteraan para pengemudi ojol.

Rep: Eva Rianti/ Red: Gita Amanda
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut adanya rencana penggabungan GoTo dan Grab yang melibatkan Danantara.
Foto: Dok istimewa
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut adanya rencana penggabungan GoTo dan Grab yang melibatkan Danantara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan Danantara memberikan keleluasaan penuh kepada PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan Grab dalam rencana kerja sama atau merger. Ia menekankan bahwa penggabungan dua perusahaan jasa transportasi online tersebut harus mengedepankan peningkatan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol).

“Kita serahkan kepada prosesnya Grab dan GoTo, mereka sedang berjalan. Menyampaikan juga kepada kita untuk terbuka juga untuk Danantara kalau ingin berpartisipasi mereka terbuka. Kita bilang ya kita lihat dulu prosesnya mereka seperti apa, pricing-nya seperti apa,” kata Rosan di Jakarta, dikutip Ahad (30/11/2025).

Baca Juga

Rosan memastikan pihaknya terus memantau proses yang sedang berlangsung dari rencana merger kedua perusahaan terbuka tersebut. Ia kembali menegaskan perlunya mengutamakan kepentingan para pengemudi ojol.

“Yang penting buat Danantara adalah kita juga ingin menjaga agar kesejahteraan para ojol ini juga baik. Karena kalau Danantara masuk, ya kita ingin memastikan kesejahteraan ojol. Justru itu yang paling utama buat kami,” ungkapnya.

Ia mengatakan Danantara akan menunggu hingga proses kerja sama antara Grab dan GoTo semakin jelas, untuk kemudian menentukan posisi perusahaan dalam kesepakatan tersebut.

“Tapi sekarang kami persilakan dulu untuk Grab dan GoTo ini berjalan proses kerja samanya, atau bentuk apa pun mereka, penggabungan atau apa, kita serahkan dulu ke mereka,” tegas Rosan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement