Sabtu 29 Nov 2025 08:35 WIB

PLN Percepat Perbaikan Jaringan Pascabencana di Sumatera Utara

Lebih dari 214 ribu pelanggan kembali menikmati layanan listrik secara bertahap.

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Jumat (28/11) sebanyak 32 orang meninggal dunia akibat banjir bandang pada Selasa (25/11).
Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Jumat (28/11) sebanyak 32 orang meninggal dunia akibat banjir bandang pada Selasa (25/11).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN — PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara memulihkan pasokan listrik di wilayah terdampak bencana dengan mempercepat pembenahan jaringan pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah Provinsi Sumut. Hingga Sabtu pukul 05.00 WIB, pihaknya telah memulihkan pasokan listrik bagi 214.267 pelanggan yang sebelumnya terdampak pemadaman.

“Pelanggan yang sudah kembali menikmati layanan listrik merupakan wilayah yang telah dinyatakan aman, baik dari genangan air maupun potensi bahaya listrik lainnya,” ujar Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara, Surya Sahputra Sitepu, di Medan, Sumut, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga

Lebih lanjut, ia mengatakan pemulihan itu dilakukan karena area terdampak bencana tersebut telah dinyatakan aman untuk pasokan listrik, dengan prinsip keselamatan masyarakat menjadi hal utama.

“Seluruh tahapan dilakukan dengan pengamanan ketat untuk memastikan jaringan yang kembali beroperasi tetap aman dan tidak menimbulkan gangguan berulang,” kata dia.

Surya menyadari masih banyak lokasi yang hingga kini tergenang air dan akses yang terputus sehingga belum memungkinkan untuk dialiri listrik.

Ia menambahkan, infrastruktur kelistrikan yang terdampak termasuk sembilan gardu induk, yakni Denai, Labuhan, Labuhan Angin, Lamhotma, Mabar, Paya Pasir, Payageli, Martabe, dan Sibolga.

“Selain itu, banyak tiang listrik yang roboh atau miring akibat banjir serta dua menara jaringan tegangan tinggi yang ikut terdampak longsor sehingga memerlukan penanganan lanjutan pada struktur dan jalur kabel untuk mempercepat pemulihan layanan,” kata dia.

Untuk mempercepat pemulihan di lapangan, PLN bersinergi dengan pemerintah daerah dan BPBD, TNI/Polri, aparat kecamatan/desa, serta relawan dan masyarakat setempat.

Kolaborasi ini penting untuk membuka akses jalan, membersihkan area terdampak, dan mengamankan lokasi pemulihan.

“Kami berterima kasih atas dukungan seluruh unsur di lapangan. Pemulihan ini bukan hanya soal teknis kelistrikan, tapi upaya bersama agar masyarakat dapat kembali menikmati listrik dengan aman dan andal,” kata dia.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement