REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas dan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM), dengan dukungan Danantara Indonesia, mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang menetapkan kerangka kerja untuk mengevaluasi potensi kolaborasi strategis terkait sumber daya niobium dan rare earth elements (REE) Maboumine di Republik Gabon serta potensi inisiatif rantai nilai hilir rare earth di Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat integrasi hulu–hilir serta membangun rantai pasok rare earth yang tangguh dan berdaya saing global, mencakup pengembangan sumber daya, pemrosesan, dan manufaktur lanjutan.
"Danantara berperan memastikan kerja sama ini selaras dengan agenda hilirisasi, penguatan rantai pasok mineral kritis, serta pengembangan kapabilitas pemrosesan dan manufaktur lanjutan melalui potensi pembiayaan dan partisipasi investasi strategis bersama Perminas guna mendorong integrasi hulu–hilir yang berdaya saing global," ujar Rosan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (17/6/2026).
Rosan menyampaikan fase berikutnya pertumbuhan industri Indonesia membutuhkan akses yang tangguh terhadap input strategis serta kemampuan untuk mengonversi input tersebut menjadi produk hilir yang berdaya saing global. Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan.
Rosan menjelaskan material kritis seperti niobium (Nb) dan rare earth elements termasuk neodymium (Nd) dan praseodymium (Pr), yang merupakan input utama untuk magnet permanen berkinerja tinggi, serta heavy rare earth elements seperti dysprosium dan terbium yang meningkatkan performa magnet pada suhu tinggi, semakin esensial bagi industri modern dan ketahanan nasional. Material-material ini menjadi komponen kunci bagi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan elektrifikasi yang lebih luas, energi terbarukan (termasuk turbin angin dan infrastruktur jaringan listrik), aplikasi kedirgantaraan dan pertahanan tingkat lanjut, serta berbagai penggunaan industri bernilai tinggi yang bergantung pada akses aman terhadap input kritis.
"MoU ini membentuk joint working group dengan mandat untuk menjalankan program kerja sama yang terstruktur dan dipercepat, termasuk pertukaran informasi secara segera, lokakarya teknis bersama, serta asesmen komersial yang terkoordinasi," ucap Rosan.
Rosan menyebut para pihak akan mengembangkan jalur pengembangan hulu dan hilir di sepanjang rantai nilai rare earth, termasuk pemisahan, pemurnian, produksi logam atau paduan, dan manufaktur magnet permanen, dengan tujuan bersama menciptakan rantai pasok yang terintegrasi dan kompetitif dari sumber daya hingga produk magnet jadi.
Seiring dengan jalur kerja teknis tersebut, lanjut Rosan, para pihak akan memulai negosiasi jalur cepat terkait potensi pembiayaan dan investasi strategis, termasuk partisipasi ekuitas dan/atau utang oleh Perminas dan/atau Danantara Indonesia di tambang Maboumine dan entitas proyek terkait, untuk menangkap manfaat penuh dari integrasi vertikal. Progres ini akan didukung oleh proses uji tuntas yang dipercepat serta tunduk pada persetujuan internal, ketentuan regulasi, dan negosiasi serta penandatanganan perjanjian definitif.