Ahad 31 Aug 2025 08:17 WIB

Rumah Sri Mulyani Dijarah, Petugas tak Kuasa Menahan: Jumlahnya Terlalu Banyak, Ada yang Bawa Sajam

Situasi di sekitar rumah Sri Mulyani sudah kondusif dengan penjagaan aparat TNI.

Kondisi rumah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Kota Tangerang Selatan, Ahad (31/8/2025) pagi WIB.
Foto: Antara/Jafar Sidik
Kondisi rumah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Kota Tangerang Selatan, Ahad (31/8/2025) pagi WIB.

REPUBLIKA.CO.ID,Orang tak dikenal menjarah rumah Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, Ahad (31/8) dini hari.

“Gelombang pertama sekitar pukul 01.00, gelombang kedua terjadi sekitar pukul 03.00,” kata staf pengamanan di rumah itu, Joko Sutrisno, kepada ANTARA sekitar pukul 05.00.

Baca Juga

Kesaksian Joko sejalan dengan keterangan beberapa warga, termasuk seorang warga yang meminta disapa Renzi.

Keterangan sama juga disampaikan tiga tenaga satuan pengamanan di mulut Kompleks Mandar dan seberang jalan kompleks itu, yang berjarak sekitar 150–160 meter dari rumah yang dijarah.

“Tapi Bu Sri (Mulyani) tidak ada di rumah,” kata Renzi, yang diamini Joko Sutrisno.

Joko mengaku hanya dirinya dan satu keluarga kerabat yang berada di rumah itu. Kerabat tersebut diungsikan ke rumah tetangga sebelum massa menjarah rumah.

Di depan rumah yang dijarah masih tampak tumpukan barang-barang yang hendak dibawa, tetapi belum sempat diangkut para penjarah.

Rumah yang terletak di ujung jalan itu kini dijaga ketat oleh personel TNI dalam jumlah lebih banyak.

Menurut keterangan Joko dan warga lain, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tak ada kendaraan roda empat yang dirusak karena memang sedang tidak ada di lokasi.

Saksi mata menyebut penjarahan gelombang kedua paling mengerikan karena melibatkan ratusan hingga seribuan orang.

“Saya hanya bisa menyaksikan dari balik tirai rumah, tidak berani keluar karena banyak sekali orang datang,” kata seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya.

Dia, Joko, dan Renzi menyampaikan keterangan sama bahwa para pelaku masih sangat muda.

“Paling tua mungkin 25 tahun, kebanyakan remaja,” kata Ali, yang dibenarkan Jayadi.

Ali dan Jayadi merupakan tenaga satuan pengamanan yang menjaga pintu gerbang utama Kompleks Mandar, satu-satunya akses masuk pada malam hari.

Menurut mereka, gerakan massa terlihat berpola. Massa berkumpul sekitar pukul 00.30 di depan kompleks sebelum masuk.

“Jumlahnya ratusan, mungkin mendekati seribuan orang,” ujar Ali.

Seorang saksi lain menuturkan, terdengar aba-aba berupa kembang api sebelum massa masuk kompleks.

“Segera setelah bunyi kembang api, massa merangsek masuk kompleks,” kata saksi itu. Ia menambahkan, komando massa sempat melarang peserta membawa sepeda motor masuk ke dalam kompleks.

“Kami tak kuasa mencegah, jumlah mereka terlalu banyak,” kata Jayadi.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement