Sabtu 30 Aug 2025 11:59 WIB

Dapat Suntikan Rp1,5 Triliun, ID Food Siapkan Strategi Serap Gula Petani

Penyerapan yang akan dilakukan berfokus pada gula petani tebu.

Petani memanen tebu di Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat, Senin (11/8/2025).
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Petani memanen tebu di Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat, Senin (11/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID Food telah menyiapkan skema untuk melakukan penyerapan gula petani tebu secara masif. Hal ini menyusul suntikan dana berupa shareholder loan dari PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM senilai Rp1,5 triliun.

Direktur Utama ID Food Ghimoyo mengatakan, langkah ini merupakan upaya penyelamatan di tengah kondisi masih menumpuknya stok gula petani di gudang sejumlah pabrik gula.

Baca Juga

"Dengan adanya dukungan permodalan ini, ID Food dapat lebih optimal menyerap gula petani. Kami memastikan harga beli minimal sesuai harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah agar petani memperoleh kepastian pasar, serta mendapat keuntungan dengan harga gula di tingkat petani yang terjaga," ujar Ghimoyo dalam keterangan di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Melalui skema ini, ID FOOD akan melakukan penyerapan gula petani tebu yang berasal dari pabrik gula PT PG Sinergi Gula Nusantara (SGN) maupun pabrik gula milik ID FOOD. Penyerapan yang akan dilakukan berfokus pada gula petani tebu. Diharapkan aksi ini dapat menjadi stimulus guna membantu pemerintah membentuk stabilitas harga gula dari hulu hingga hilir.

Per Agustus ini, secara umum telah dilakukan penyerapan sebanyak 58 ribu ton gula petani. Terdiri atas 21,5 ribu ton dari pabrik gula SGN, 8,5 ribu ton dari pabrik gula ID FOOD, pembelian SGN kepada petani 6,9 ribu ton, dan penyerapan 21,5 ribu ton oleh asosiasi pedagang dari pabrik gula SGN.

Lebih lanjut, Ghimoyo menjelaskan, di tengah upaya ID FOOD melakukan penyerapan gula petani ini pihaknya sangat berharap agar rembesan gula rafinasi dapat dihentikan, sehingga tidak menimbulkan tambahan tekanan pada biaya logistik maupun aspek pembiayaan yang tengah berjalan. Menurutnya, turunnya harga gula petani saat ini salah satunya dipengaruhi oleh rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi.

Kondisi ini berdampak pada melemahnya harga jual gula produksi petani tebu lokal yang ditandai dengan masih menumpuknya stok gula di gudang pabrik gula akibat gagalnya proses lelang gula di sejumlah pabrik gula.

Ghimoyo meyakini langkah penyerapan gula petani yang dilakukan ID FOOD sejalan dengan mandat perusahaan sebagai BUMN pangan dalam menjaga stabilitas harga komoditas strategis nasional. Selain melindungi petani dari gejolak harga, kebijakan ini juga ditujukan untuk mendukung keberlanjutan produksi gula nasional.

"Dengan harga beli yang kompetitif, kami ingin mendorong minat petani untuk terus menanam tebu. Hal ini penting agar pasokan gula dalam negeri semakin tumbuh dan ketahanan pangan nasional semakin kuat," imbuh Ghimoyo.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement