Jumat 29 Aug 2025 12:43 WIB

Penopang Ekonomi Indonesia di Tengah Aksi Massa Mako Brimob Kwitang

Mereka menerjang perihnya gas air mata dan kerumunan massa.

Aksi massa yang berlangsung di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8/2025) menjadi ladang untuk mencari rezeki bagi sebagian masyarakat.
Foto: Ahmad Fikri Noor/Republika
Aksi massa yang berlangsung di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8/2025) menjadi ladang untuk mencari rezeki bagi sebagian masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi massa yang berlangsung di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8/2025) menjadi ladang untuk mencari rezeki bagi sebagian masyarakat. Di sekitar kawasan Mako Brimob Kwitang mulai dari arah Tugu Tani hingga kawasan Pasar Senen tampak para pedagang keliling tetap berupaya mencari nafkah.

Mereka menerjang perihnya gas air mata dan kerumunan massa. Pedagang yang tampak seperti pedagang kopi keliling, batagor, bahkan mi gelas instan.

Baca Juga

Charles, salah seorang pedagang kopi keliling asal Ambon mengaku omzet penjualannya naik drastis dibandingkan hari biasa. Hingga Jumat siang, dia mengaku sudah berhasil mencatatkan penjualan hingga 20 gelas kopi. Satu gelas kopi susu yang dijualnya dihargai sebesar Rp8 ribu.

"Kalau hari biasa paling baru sekitar 8 gelas," ujarnya.

Charles mengaku turut prihatin dengan adanya peristiwa yang terjadi sebagai pemicu aksi tersebut. Aksi tersebut tak lepas dari peristiwa kematian pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21 tahun) akibat dilindas kendaraan taktis Brimob dalam rangkaian unjuk rasa sepanjang Kamis (28/8/2025). 

Pria asal Ambon, Maluku itu berharap kondisi ini bisa cepat membaik. Di sisi lain, dia juga berharap pemerintah bisa menegakkan keadilan dan memperhatikan kondisi masyarakat.

"Nanti Tuhan yang akan mengadili," ungkapnya.

photo
Aksi massa yang berlangsung di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8/2025) menjadi ladang untuk mencari rezeki bagi sebagian masyarakat. - (Ahmad Fikri Noor/Republika)

Wahyu, pedagang kopi yang juga memberanikan diri berjualan di tengah aksi massa mengaku kehadirannya semata-mata untuk mencari nafkah. "Ya kalau saya karena memang di sini bisa lebih laris," ungkapnya.

Geliat ekonomi di tengah massa aksi menjadi cerminan perjuangan pelaku UMKM di tengah berbagai kondisi. Data yang diungkap oleh Kemenko Perekonomian pada 2025 menyatakan, peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia diperlihatkan dari kontribusinya sebanyak lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Sampai saat ini jumlah UMKM mencapai lebih dari 64 juta unit usaha.

photo
Aksi massa yang berlangsung di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8/2025) menjadi ladang untuk mencari rezeki bagi sebagian masyarakat. - (Ahmad Fikri Noor/Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement