Jumat 04 Apr 2025 12:58 WIB

Kementan Jamin Pengendalian PMK Tetap Optimal dalam Periode Lebaran

Kementan menegaskan strategi pengendalian PMK terus diperkuat.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Ahmad Fikri Noor
Petugas memeriksa kesehatan gigi dan mulut ternak sapi di sentra peternakan sapi Sumberingin Kidul, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (3/1/2025).
Foto: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Petugas memeriksa kesehatan gigi dan mulut ternak sapi di sentra peternakan sapi Sumberingin Kidul, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (3/1/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal pada periode Lebaran 1446 H. Para petugas kesehatan hewan (keswan) disiagakan 24 jam sehari untuk memastikan kesehatan dan keamanan ternak, khususnya sapi, yang banyak didistribusikan selama momentum Idul Fitri 2025.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menegaskan strategi pengendalian PMK terus diperkuat. Ini termasuk melalui vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak, serta respons cepat terhadap kasus yang terdeteksi.

Baca Juga

"Kami telah menginstruksikan seluruh petugas keswan (kesehatan hewan) di daerah untuk siaga penuh selama Lebaran. Hal ini penting agar distribusi ternak tetap berjalan lancar dan ternak yang dikonsumsi masyarakat tetap sehat dan aman," kata Agung, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (3/4/2025).

Saat ini jumlah petugas keswan sekitar 6.800 orang tersebar di seluruh tanah air. Pusat kesehatan hewan (puskeswan) di berbagai daerah juga tetap beroperasi untuk menangani laporan dari peternak maupun masyarakat. Kemudian, pemerintah daerah dan instansi terkait telah dikoordinasikan agar langkah mitigasi dapat segera dilakukan jika ditemukan indikasi kasus PMK di lapangan.

Direktur Kesehatan Hewan, Imron Suandy, menerangkan stok vaksin PMK tetap tersedia dan akan terus diberikan kepada ternak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap. Menurut hasil evaluasi nasional per 3 April 2025, pelaksanaan vaksinasi PMK telah mencapai 1,73 juta dosis. Angka ini terus menunjukkan peningkatan yang signifikan, sebagian provinsi mampu mencapai target vaksinasi diatas 70 persen dan di beberapa provinsi telah mencapai 100 persen.

Pengawasan lalu lintas ternak di jalur-jalur distribusi utama juga diperketat untuk memastikan tidak ada ternak yang terinfeksi berpindah antarwilayah tanpa pemeriksaan yang ketat. "Kami mengimbau para peternak dan pedagang ternak untuk tetap mematuhi protokol biosekuriti, memastikan ternaknya divaksinasi, dan segera melapor jika ada gejala PMK pada hewan ternak mereka," jelasnya.

Lebih lanjut, Ditjen PKH juga mengajak masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi isu PMK. Konsumsi daging tetap aman selama diolah dengan benar. Pemanasan pada suhu 70 derajat celsius selama 30 menit dapat menonaktifkan virus PMK yang mungkin ada pada daging.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement