Ahad 01 Dec 2024 20:01 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pernah 8,2 Persen, Airlangga Minta Fokus Hal Ini

Diperlukan transformasi ekonomi untuk mencapai pertumbuhan 8 persen.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Friska Yolandha
Ketua Umum (Ketum) Kadin Indonesia Anindya Bakrie (ketiga kiri), Utusan Khusus Presiden/Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo (kedua kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga  Hartarto (kiri) menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) kerja sama antara korporasi Indonesia dan korporasi Brasil senilai 2,65 Miliar  Dolar AS, di Istana Copacabana, Rio De Janeiro, Brasil, Senin (18/11/2024) WIB. Penandatanganan yang dilaksanakan dalam Forum Bisnis Indonesia–Brasil, di sela-sela KTT G20 itu dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Indonesia dan Brasil sama-sama kaya akan sumber daya alam dan biodiversitas, sehingga memiliki peluang kerja sama tidak hanya terkait perdagangan tetapi juga pada isu-isu utama seperti energi terbarukan, agrikultur berkelanjutan, dan pengurangan emisi karbon. 
Foto: Dok Republika
Ketua Umum (Ketum) Kadin Indonesia Anindya Bakrie (ketiga kiri), Utusan Khusus Presiden/Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo (kedua kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga  Hartarto (kiri) menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) kerja sama antara korporasi Indonesia dan korporasi Brasil senilai 2,65 Miliar  Dolar AS, di Istana Copacabana, Rio De Janeiro, Brasil, Senin (18/11/2024) WIB. Penandatanganan yang dilaksanakan dalam Forum Bisnis Indonesia–Brasil, di sela-sela KTT G20 itu dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Indonesia dan Brasil sama-sama kaya akan sumber daya alam dan biodiversitas, sehingga memiliki peluang kerja sama tidak hanya terkait perdagangan tetapi juga pada isu-isu utama seperti energi terbarukan, agrikultur berkelanjutan, dan pengurangan emisi karbon. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah era Prabowo Subianto menetapkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Beberapa menilai angka demikian terlampau tinggi, namun ada juga yang memandang apa yang dikejar mencerminkan optimisme.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyinggung hal itu di sebuah acara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Airlangga menerangkan, di masa lalu Indonesia sudah mencapainya. Sehingga bukan sesuatu yang tak mungkin.

Baca Juga

"Kita pernah mencapai di periode 1986-1997 pertumbuhan (ekonomi) kita 7,3 persen. Di tahun 1995, kita pernah mencapai 8,2 persen," kata mantan Ketua Umum Partai Golkar ini saat berbicara dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia 2024 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Ahad (1/12/2024).

Ia memahami itu bukan target mudah. Sejumlah strategi sudah ditetapkan pemerintah. Dimulai dari garis besarnya hingga detail di lapangan.

Airlangga menegaskan, ke depan yang diperlukan adalah transformasi ekonomi. Bagaimana caranya? Ada beberapa, dua di antaranya lewat hilirisasi dan penguatan ekonomi digital.

"Sehingga ke depan tentu yang kita perlukan adalah transformasi ekonomi dengan industrial atau manufacturing value added atau sering kita sebut sebagai hilirisasi, dan selain itu kita perlu melakukan penguatan ekonomi digital ekonomi digital," ujar lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Hilirisasi sudah terbukti membawa dampak positif. Bukan hanya untuk penerimaan negara. Dengan menciptakan industri turunan, dapat membuka lebih banyak lapangan kerja. Otomatis memengaruhi pertumbuhan ekomomi.

Kemudian ekonomi digital sangat potensial untuk dikembangkan di negara ini. Airlangga menyinggung fakta ekonomi digital Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan Groos Merchandise Value (GMV) mencapai 90 miliar dolar Amerika Serikat pada 2024. Angka demikian menunjukkan peningkatan 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun depan bisa digenjot ke 120 miliar dolar AS, dan di tahun 2030 bisa 400 miliar dolar AS. (Penguatan) ekonomi digital, salah satu cara kita meloncat," ujar sosok kelahiran Surabaya, Jawa Timur itu.

Airlangga menilai jika dengan ekonomi berbasis konvensional Indonesia harus bersaing dengan yang lain, mulai dari nol. Sementara di sisi ekonomi digital, menurut dia, negara ini bisa berlari jauh. Ia menyebut, saat ini ada sekitar 2400 startup yang tumbuh dari Sabang - Merauke.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement