Kamis 25 Jul 2024 19:40 WIB

Menengok KITB yang Akan Diresmikan Jokowi Besok 

Pembangunan KITB seluas 4.300 hektare dibagi dalam tiga tahap.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda
Sejumlah fasilitas dan pabrik di kawasan industri terpadu Batang (KITB) atau Grand Batang City, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2024).
Foto: Muhammad Nursyamsi/Republika
Sejumlah fasilitas dan pabrik di kawasan industri terpadu Batang (KITB) atau Grand Batang City, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, BATANG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan kawasan industri terpadu Batang (KITB) atau Grand Batang City, Jawa Tengah, pada Jumat (26/7/2024). KITB merupakan anak usaha PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) atau cucu usaha PT Danareksa (Persero) selaku holding BUMN Danareksa. 

Sejumlah persiapan untuk peresmian KITB pun telah dilakukan. Pantauan Republika tenda dan kursi untuk acara utama telah terpasang dengan latar belakang pemandangan laut. 

 

Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT Danareksa Agus Widjaja mengatakan pembangunan KITB seluas 4.300 hektare dibagi dalam tiga tahap. Pria yang akrab disapa Awi mengatakan pembangunan tahap pertama seluas 450 hektare sudah rampung dan akan diresmikan Jokowi. 

 

"KITB ini baru tahap satu dari total 4.300 hektare. Pengembangan masih sangat jauh ke depan," ujar Awi di KITB, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2024).

 

Awi mengatakan 18 perusahaan dalam dan luar negeri pun telah masuk ke dalam KITB dengan ragam jenis usaha berbeda. Awi mencontohkan pabrik KCC Glass, Korea Selatan, yang memproduksi di industri kaca, Wavin Orbia dari Belanda untuk pipa, Yih Quan dari Taiwan yang bergerak di industri alas kaki; serta pabrik lokal seperti Rumah Keramik hingga Unipack Plasindo yang bergerak di industri bahan plastik PVC.

 

"Potensi PMA (Penanaman Modal Asing) yang bisa masuk ke KITB masih sangat besar, enggak akan berhenti sampai di sini," ucap Awi. 

 

Awi menyampaikan KITB merupakan kawasan industri dengan fasilitas pendukung yang komplet lantaran terhubung dengan jalan tol, kereta api, hingga dermaga. Selain itu, ucap Awi, KITB juga menyediakan fasilitas mumpuni di dalam kawasan, mulai dari instalasi pengolahan air (IPA), instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), hingga Network Operation Center (NOC).

 

"Jadi rata-rata KITB ini tenant-nya PMA, KITB punya semacam PSN yang mengalihkan PMA-PMA di luar negeri ke Indonesia. Contohnya besok juga ada pelepasan sepatu Hoka dan Converse ke AS," sambung Awi. 

 

Awi mengatakan KITB mampu menjadi daya tarik bagi Yih Quan untuk mengalihkan produksinya dari Vietnam ke Indonesia. Hal ini menjadi keuntungan besar dalam meningkatkan lapangan kerja dan perekonomian Jateng serta Indonesia. 

 

"Itu yang tadinya perusahaan produksi dan besar di Vietnam, pindah ke KITB. Itu membuka kesempatan tenaga kerja di KITB. Saat ini, sudah menyerap 19 ribu tenaga kerja. Nanti kalau semua sudah terbangun, kurang lebih bisa 200 ribuan tenaga kerja," kata Awi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement