Senin 15 Jul 2024 16:15 WIB

VinFast Tunda Peluncuran Pabrik 4 Miliar Dolar AS di North Carolina hingga 2028

Vinfast di 2022 berencana bangun pabrik EV dengan kapasitas 150 ribu mobil per tahun

Logo pembuat kendaraan listrik (EV) VinFast Vietnam terlihat di lokasi penjualan di pusat perbelanjaan di Santa Monica, California, AS, 23 Mei 2022. Gambar diambil 23 Mei 2022.
Foto: REUTERS
Logo pembuat kendaraan listrik (EV) VinFast Vietnam terlihat di lokasi penjualan di pusat perbelanjaan di Santa Monica, California, AS, 23 Mei 2022. Gambar diambil 23 Mei 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vinfast, produsen mobil listrik asal Vietnam, menunda pembangunan pabrik senilai 4 miliar dolar AS yang direncanakan di North Carolina hingga tahun 2028. Selain itu, perusahaan ini juga memangkas perkiraan pengiriman kendaraan listriknya untuk tahun ini sebanyak 20.000 unit di tengah ketidakpastian pasar kendaraan listrik (EV) global.

VinFast, yang didirikan oleh orang terkaya di Vietnam, Pham Nhat Vuong pada tahun 2017 dan mulai memproduksi kendaraan listrik pada 2022, awalnya merencanakan untuk mengirimkan 100.000 unit kendaraan listrik pada tahun ini. Namun, perusahaan kini menurunkan target tersebut menjadi 80.000 unit.

Penjualan VinFast meningkat 24 persen menjadi sekitar 12.000 kendaraan pada kuartal kedua 2024, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Secara total, VinFast telah menjual 21.747 unit pada Semester I tahun 2024, meningkat 92 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun demikian, angka ini masih sekitar seperempat dari target tahunan yang baru.

"Meskipun hasil pengiriman kuartal II menggembirakan, tantangan ekonomi yang sedang berlangsung dan ketidakpastian dalam berbagai makro ekonomi dan lanskap EV global memerlukan prospek yang lebih hati-hati untuk sisa tahun ini," kata VinFast dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Produsen kendaraan listrik ini tetap optimis terhadap pertumbuhan penjualan yang kuat pada paruh kedua tahun ini. Hal ini didorong oleh beragamnya rangkaian produk dan ekspansi di wilayah-wilayah utama, termasuk pasar baru di Asia dan pasar yang sudah ada.

VinFast menyatakan akan menunda peluncuran pabrik di North Carolina hingga tahun 2028, dari rencana awal tahun 2025. Pada tahun 2022, VinFast mengumumkan akan membangun pabrik kendaraan listrik dan baterai di Amerika Serikat dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 150.000 kendaraan. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan upaya pemerintahan Biden dalam menyetujui subsidi untuk kendaraan listrik yang dibuat di Amerika.

Namun, permintaan kendaraan listrik mengalami penurunan di tengah tingginya biaya pinjaman dan peralihan pembeli ke model hybrid yang lebih murah. Hal ini memaksa banyak produsen mobil untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka untuk membangun pabrik dan model baru.

VinFast menghadapi tantangan ekonomi global dan ketidakpastian pasar EV. Meskipun demikian, perusahaan ini tetap berkomitmen untuk tumbuh dan memperluas pasar, serta menunda beberapa rencana besar untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar saat ini. Langkah ini diharapkan dapat membantu VinFast mempertahankan posisinya di pasar kendaraan listrik global dan siap untuk memanfaatkan peluang ketika kondisi ekonomi membaik.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement