Selasa 11 Jun 2024 14:59 WIB

Lima Prioritas PT Vale Indonesia (INCO), Salah Satunya Ada Implementasi ESG

ESG menjadi aspek penting di era industri saat ini.

Rep: Frederikus Bata  / Red: Gita Amanda
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membahas rencana ke depan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). (ilustrasi)
Foto: AP Photo/Dita Alangkara
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membahas rencana ke depan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membahas rencana ke depan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). RUPST tersebut digelar di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta, Senin (11/6/2024). 

Presiden Direktur INCO, Febriany Eddy menegaskan pihaknya bercita-cita menjadikan perusahaan tambang nikel ini sebagai world class natural resources based batery solution. Ada lima fokus yang prioritas Vale di masa mendatang.

Baca Juga

"Tentu pertama yang tadi sudah saya sampaikan, lahan yang sudah dipercayakan ke kepada kami, kami harus melakukan ekplorasi yang masif," kata Febriany, di Jakarta.

Kedua, INCO fokus pada tiga proyek utama, di Sorowako, Bahodopi dan Pomalaa. Tiga proyek tersebut bernilai 9 miliar Dollar AS atau sekitar Rp 143 triliun. Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sudah diperoleh. Semua proyek tersebut, jika disatukan bisa menghasilkan 165 ribu ton produk nikel.

"Kalau segala sesuatu lancar, yang paling penting harus selesai aman, tepat waktu, dan tepat biaya," ujar  Febriany.

Ketiga, Vale juga siap membangun ekosistem kendaraan listrik. Itu sesuai mandat dari pemerintah. Terlebih dahulu perusahaan melakukan studi dan kajian mendalam.

Setelahnya baru memutuskan bagaimana strategi downstream, termasuk sirkulariti. Namun ia menekankan, ini masih jauh ke depan. Terpenting mereka sudah memikirkan dari sekarang.

Keempat, proyek Sorowako. Itu menjadi pusat proyek yang digarap PT Vale saat ini. Sorowako diharapkan menopang agenda hilirisasi. "Terakhir. Tentu ini penekanannya. Bukan berarti yang tidak penting. Di beberapa topik kami akan mendrive ESG berkelas dunia," ujar Febriayni.

Environmental, Social and Governance (ESG) menjadi aspek penting di era industri saat ini. Implementasi ESG bisa menghadirkan keseimbangan alam. Pentingnya pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab.

Ia mengetahui, tidak mudah mewujudkan semua target tersebut. Mereka buruh orang-orang kompeten. Setelah RUPST terbaru, ada pergantian kepengurusan. Febriani sendiri tetap di level pimpinan. Jabatannya kali ini Presiden Direktur & Chief Executive Officer.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement