Senin 27 May 2024 15:37 WIB

TASPEN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Alam di 3 Provinsi

TASPEN menyalurkan bantuan berupa makanan pokok, peralatan mandi, dan obat-obatan

TASPEN menyerahkan paket kebutuhan pokok sehari-hari kepada korban banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan berupa makanan pokok, 500 kg beras per paket bantuan, 400 kaleng susu, 3.000 butir telur, dan 100 strip obat-obatan. Bantuan diserahkan oleh Branch Manager TASPEN Palopo, Indra Kusuma Wardhana kepada Kepala BPBD Luwu, Andi Baso Tenriesa di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana (16/5/2024).
Foto: dok Taspen
TASPEN menyerahkan paket kebutuhan pokok sehari-hari kepada korban banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan berupa makanan pokok, 500 kg beras per paket bantuan, 400 kaleng susu, 3.000 butir telur, dan 100 strip obat-obatan. Bantuan diserahkan oleh Branch Manager TASPEN Palopo, Indra Kusuma Wardhana kepada Kepala BPBD Luwu, Andi Baso Tenriesa di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana (16/5/2024).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- TASPEN (Persero) berkomitmen untuk memberikan pelayanan andal, tidak hanya untuk para ASN aktif dan pensiunan, tapi juga meTASPEN menyalurkan bantuan berupa makanan pokok, peralatan mandi, dan obat-obatanmberikan kontribusi untuk masyarakat luas. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),  kepada korban banjir bandang dan longsor di 3 (tiga) provinsi, antara lain di Provinsi Sumatra Barat, Kabupaten Luwu di Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Sumatra Selatan dengan total bantuan senilai Rp 130 juta. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud aktif Program TJSL TASPEN yang diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya mempercepat pemulihan kondisi korban bencana.

Corporate Secretary TASPEN, Yoka Krisma Wijaya mengatakan, perseroan menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Sulawesi Selatan. Sebagai perusahaan jaminan sosial, TASPEN memahami pentingnya kondisi hidup yang layak untuk kesejahteraan masyarakat. 

Ia menyebut bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan kondisi psikis dan fisik para korban di ketiga provinsi tersebut. TASPEN akan berupaya untuk terus hadir memahami kondisi sosial yang terjadi dan berkomitmen untuk meningkatkan kepeduliannya dalam membantu masyarakat.

Kepada korban bencana alam banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat, TASPEN menyalurkan sejumlah kebutuhan dasar, antara lain 100 paket sembako yang berisi peralatan mandi hingga makanan untuk bayi. Penyerahan dilakukan oleh Branch Manager TASPEN KC Padang, Ita Wiana Astuti kepada Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur Sumatera Barat, Jumat (17/5/2024). 

Sementara itu, TASPEN menyalurkan sebanyak 250 paket sembako dan 100 paket mie instan untuk para korban terdampak bencana banjir di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan. Bantuan tersebut diserahkan oleh Branch Manager TASPEN KC Palembang, Titik Maryuni kepada Pj. Bupati OKU, Teddy Meilwansyah didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten OKU, Marjito Bachri di rumah dinas bupati, Senin (20/5/2024).

Selain itu, TASPEN menyerahkan paket kebutuhan pokok sehari-hari kepada korban banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan berupa makanan pokok, 500 kg beras per paket bantuan, 400 kaleng susu, 3.000 butir telur, dan 100 strip obat-obatan. Bantuan diserahkan oleh Branch Manager TASPEN Palopo, Indra Kusuma Wardhana kepada Kepala BPBD Luwu, Andi Baso Tenriesa di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana (16/5/2024).

“TASPEN berupaya untuk terus hadir dan berkomitmen untuk meningkatkan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN, Erick Thohir yang mengimbau agar BUMN dapat berkontribusi kepada masyarakat, terutama memberi bantuan pascabencana alam,” kata Yoka.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.

(QS. An-Nur ayat 33)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement