Senin 20 May 2024 14:17 WIB

Ada Libur Panjang, Analis Imbau Cermati Tiga Sentimen IHSG

Perdagangan saham hanya akan berlangsung selama tiga hari.

Karyawan beraktivitas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan beraktivitas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Community Lead Indo Premier Sekuritas (IPOT) Angga Septianus mengimbau pelaku pasar untuk memperhatikan tiga sentimen utama yang akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama pekan ini. Pada pekan ini, perdagangan saham hanya akan berlangsung selama tiga hari yaitu mulai Senin (20/5/2024) sampai Rabu (22/5/2024), karena terdapat libur Hari Raya Waisak 2568 BE dan Cuti Bersama pada Kamis (23/5/2024) dan Jumat (24/5/2024).

Sentimen pertama, pelaku pasar wajib memperhatikan data Initial Jobless Claims dari Amerika Serikat (AS), di mana konsensus memperkirakan akan turun dari level 222.000 ke level 220.000, kata Angga di Jakarta, Senin.

Baca Juga

Kemudian, sentimen kedua, pelaku pasar perlu memperhatikan data S&P Global Composite PMI yang diperkirakan akan naik dari level 51,3 ke level 51,4, serta data S&P Global Services PMI yang diperkirakan akan naik dari level 51,3 ke level 51,5.

Sentimen ketiga, lanjutnya, dari dalam negeri akan terdapat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Selasa (21/5) dan Rabu (22/5) untuk menentukan kebijakan terkait suku bunga acuan atau BI-Rate.

 

“Dari dalam negeri ada sentimen suku bunga dengan konsensus tetap di 6,25 persen,” ujar Angga.

Dari sisi perdagangan komoditas, ia menjelaskan harga nikel pada pekan ini akan terus naik apabila aksi demonstrasi di New Caledonia (Kaledonia Baru) tidak terselesaikan, yang pastinya akan menghambat suplai  nikel dari negara tersebut.

Kaledonia Baru memproduksi sekitar 5 persen dari suplai nikel di tingkat global atau nomor tiga terbesar di dunia setelah Indonesia dan Filipina. Sehingga, ia merekomendasikan pelaku pasar juga memperhatikan pergerakan saham dari perusahaan-perusahaan pada sektor pertambangan nikel yang ada di Tanah Air.

Dalam kesempatan ini, Angga menjelaskan setidaknya terdapat enam sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG selama pekan lalu, diantaranya data inflasi AS, data indeks harga produksi bulanan AS, data penjualan ritel AS, data klaim pengangguran AS, serta sentimen harga nikel dan sentimen harga emas di tingkat global.

"Harga emas sendiri pada pekan lalu menyentuh level 2.397,4 dolar AS per troy ons, yang merupakan imbas dari kehati-hatian para pelaku pasar dalam menilai arah pergerakan kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh The Fed," ujar Angga.

sumber : Antara

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement