Kamis 16 May 2024 10:33 WIB

IHSG Menghijau Terdampak Data Positif dari Domestik dan Global

IHSG dibuka menguat 23,33 poin atau 0,33 persen ke posisi 7.203,16.

Pekerja berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (16/5/2024) diperkirakan bergerak menguat seiring data inflasi Amerika Serikat (AS) sesuai dengan ekspektasi pasar. IHSG dibuka menguat 23,33 poin atau 0,33 persen ke posisi 7.203,16. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,27 poin atau 0,59 persen ke posisi 906,67.

“IHSG hari ini diprediksi bergerak menguat dalam range 7.120 sampai 7.230," ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih di Jakarta, Kamis (16/5/2024).

Baca Juga

Dari mancanegara, data inflasi AS periode April 2024 sesuai ekspektasi, yaitu tumbuh 3,4 persen atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,5 persen. Inflasi inti tahunan juga melambat sebesar 3,6 persen dibandingkan posisi Maret 2024 yang sebesar 3,8 persen.

Dari Asia, pertumbuhan ekonomi (PDB) Jepang periode kuartal I 2024 terkoreksi 2 persen (yoy) dan 0,5 persen quartal on quartal (qoq), yang mencerminkan lesunya ekonomi akibat inflasi dan melemahnya nilai tukar Yen.

 

Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat signifikan sejalan dengan respon positif pelaku pasar di tengah rilis rebalancing index Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode Mei 2024 dan neraca perdagangan Indonesia yang melanjutkan surplus.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada April 2024 surplus 3,56 miliar dolar AS, setelah bulan sebelumnya di level 4,58 miliar dolar AS.

Posisi ekspor meningkat 1,72 persen (yoy), sedangkan impor tumbuh 4,62 persen (yoy), dimana apabila diakumulasikan neraca perdagangan domestik tercatat surplus dalam 48 bulan beruntun.

Selain itu, kabar positif tersebut juga membawa Rupiah Jisdor kembali menguat ke level Rp16.070 per dolar AS atau terapresiasi 1,29 persen dari titik tertingginya pada April 2024.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 246,40 poin atau 0,64 persen ke 38.532,10, indeks Hang Seng menguat 104,97 poin atau 0,55 persen ke 19.178,68, indeks Shanghai menguat 12,01 poin atau 0,38 persen ke 3.131,90, dan indeks Straits Times menguat 21,41 poin atau 0,65 persen ke 3.310,83.

sumber : Antara

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement