Ahad 19 May 2024 21:20 WIB

Jajal Kereta Cepat China, Sejumlah WNI Bandingkan dengan Whoosh

Secara keseluruhan, pengalaman naik Whoosh dan China Railway (CRH), cukup serupa.

Kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, yang dinilai serupa dengan kereta cepat China.
Foto: EPA-EFE/BAGUS INDAHONO
Kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, yang dinilai serupa dengan kereta cepat China.

REPUBLIKA.CO.ID, HARBIN -- Pada Oktober 2023, Indonesia resmi mengoperasikan kereta cepat pertamanya, Whoosh, yang menyediakan rute Jakarta-Bandung.

Tak dapat dimungkiri bahwa kehadiran kereta itu menjadi inovasi dalam dunia transportasi Tanah Air, karena mampu membuat perjalanan menjadi begitu cepat. Kereta cepat Indonesia-China (KCIC) menjadi salah satu proyek kerja sama antara kedua negara, yang didesain serupa dengan sistem kereta cepat yang beroperasi di China sendiri.

Baca Juga

ANTARA melansir, pada Sabtu (18/5/2024), sejumlah warga negara Indonesia (WNI) berkesempatan untuk mencoba langsung moda kereta cepat di negara asalnya tersebut dengan rute Qiqihar-Harbin. Perjalanan dimulai dari Kota Qiqihar menuju Kota Harbin dengan jarak antara keduanya yakni 322 kilometer.

Kedua kota terletak di provinsi yang sama yakni Provinsi Heliongjiang di bagian utara China. Perjalanan menggunakan kendaraan seperti mobil pribadi maupun bus dapat memakan waktu selama kurang lebih empat jam. Sementara, perjalanan dengan menggunakan kereta cepat China Railway menjanjikan waktu tempuh yang lebih singkat yakni satu jam 30 menit.

Sejumlah warga negara Indonesia dengan rute perjalanan yang sama tampak antusias menjajal kereta pendahulu KCIC itu. Tak jarang, mereka sesekali menghentikan langkah menuju gerbong kereta untuk mengabadikan bagian luar kereta.

Salah satunya adalah Widianto (37 tahun), pria asal Bogor, Jawa Barat. Ia sebelumnya pernah melakukan perjalanan dengan kereta Whoosh di Indonesia. Menurut pengakuannya, yang menarik perhatiannya adalah kemiripan dalam lokasi penempatan stasiun.

"Baik di Jakarta, Qiqihar, maupun Harbin, semua stasiunnya terletak cukup jauh dari pusat kota. Mungkin sekitar 40 menit (waktu tempuh)," ujarnya.

Secara keseluruhan, pengalaman Widianto saat menaiki kedua kereta, baik Whoosh maupun China Railway (CRH), cukup serupa. Sedikit perbedaan terasa di interior yang memiliki nuansa warna berbeda dan perbedaan usia yang cukup terlihat dari tampilan berbagai panelnya.

Interior kereta Whoosh didominasi dengan nuansa kayu dan warna merah. Sementara kereta China Railway cenderung bernuansa pucat dengan palet warna coklat dan abu-abu.

Konfigurasi tempat duduk juga cukup berbeda. CRH disusun 3-2, sementara Whoosh dengan pengaturan duduk sebagian besar 3-3.

Kecepatan maksimum berbeda...

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement