Sabtu 27 Apr 2024 23:25 WIB

Stabilkan Harga Bawang Merah, Badan Pangan Tebar Operasi Pasar

Arief menyebut fluktuasi harga bawang merah memang terjadi usai Lebaran.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pedagang menimbang bawang merah di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (19/4/2024).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pedagang menimbang bawang merah di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (19/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam upaya stabilisasi bawang merah, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) beserta stakeholder pangan lainnya menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Jakarta. Gerakan Pangan Murah akab digelar mulai 29 April sampai 8 Mei di 63 titik lokasi plus 2 Pasar Mitra Tani Hortikultura (PMTH) dengan menyediakan bawang merah jenis Batu Ijo, Bima Brebes, dan Brebes Super dengan harga yang terjangkau.

“Komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan terus kita laksanakan secara kolaboratif. GPM bawang merah untuk wilayah Jakarta ini merupakan bentuk kerja sama Badan Pangan Nasional dengan Kementan beserta stakeholder pangan lainnya. Melalui operasi pasar murah yang masif dalam beberapa hari ke depan, kita harap bisa menekan gejolak bawang merah yang belakangan ini menjadi perhatian masyarakat,” kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/4/2024).

Baca Juga

Arief menyebut fluktuasi harga bawang merah memang terjadi usai Lebaran. Kondisi ini pertama disebabkan dengan adanya banjir di Jawa Tengah, khusus sentra produksi bawang merah.

"Itu sekitar 7.500 hektare yang terdampak banjir dan ada juga sekitar 2.500 hektare yang puso. Artinya potensi kehilangan produksi bisa sekitar 25 ribu ton. Lalu ada keterbatasan tenaga kerja baik di produksi, distributor sampai di pasar jelang dan beberapa hari usai Lebaran juga ikut berpengaruh,” ujar Arief.

Arief menyebut GPM bawang merah ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo ke Badan Pangan Nasional dalam menjaga stabilitas pangan, dengan merangkul stakeholder pangan mulai dari pemerintah daerah, pedagang pasar, asosiasi, BUMN, BUMD hingga Champion Bawang Merah binaan Kementan. GPM bawang merah ini untuk menggelontorkan stok ke daerah konsumsi tinggi seperti Jakarta.

"Jadi nanti masyarakat bisa membeli dengan harga lebih terjangkau karena ini langsung dari petani untuk rakyat. Proyeksinya dalam 30 sampai 40 hari mendatang, bawang merah sudah stabil kembali,” kata Arief.

Dalam GPM ini akan tersedia bawang merah dengan kemasan 0,5 dan 1 kilogram (kg). Bawang merah Batu Ijo dapat dibeli dengan harga Rp 25 ribu per kg, bawang merah Bima Brebes di Rp 35 ribu per kg, dan bawang merah Brebes Super di Rp 40 ribu per kg. Masyarakat yang berkunjung ke GPM juga dapat memperoleh komoditas pangan lainnya seperti beras, minyak goreng, gula konsumsi, telur ayam, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah, daging ayam, dan daging sapi beku.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement