Rabu 24 Apr 2024 18:30 WIB

HKTI Usulkan HPP Gabah Petani Naik Jadi Rp 6.757 per Kg

HPP ini jadi insentif dan ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Petani megayak padi di lahan persawahan di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (6/11/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Petani megayak padi di lahan persawahan di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (6/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengusulkan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani menjadi Rp 6.757 per kilogram dari yang sebelumnya Rp 5.000 per kg.

Direktur Eksekutif HKTI Subuh Prabowo dalam keterangan di Jakarta, Rabu (24/4/2024), mengatakan, saat ini proses penyesuaian HPP GKP 2024 tengah berproses dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengundang seluruh pemangku kepentingan bidang pangan dalam membahas terkait hal tersebut.

Baca Juga

"Dalam pertemuan tersebut HKTI telah mengusulkan HPP GKP di tingkat petani naik," kata Subuh.

Ia menilai setelah penetapan HPP GKP 2023, pemerintah melalui Bapanas terus berkomitmen untuk melakukan penyesuaian HPP gabah. HKTI sangat menyambut baik itikad Bapanas.

"Sudah bertahun-tahun pemerintah tidak menyesuaikan HPP gabah, alhamdulillah pecah telur sejak 2023 dan akan dilakukan penyesuaian setiap tahunnya. Kami dan petani menyambut baik hal ini," ujarnya.

Ia menuturkan HKTI berprinsip HPP harus menjamin 30 persen keuntungan plus 10 persen jaminan risiko dari biaya pokok produksi gabah per kilogram. Ia mengatakan dari survei biaya pokok produksi ditambah keuntungan 30 persen dan jaminan resiko yang mendasari HKTI mengusulkan HPP 2024 naik jadi Rp 6.757 per kg.

"HPP ini jadi insentif dan ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Petani harus dijamin untung sehingga petani semakin semangat menanam padi. Muaranya petani sejahtera dan ketersediaan pangan meningkat," urai Subuh.

 

sumber : ANTARA

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement