Kamis 18 Apr 2024 10:00 WIB

Meski Dibuka Menguat, IHSG Diprediksi Melemah Seiring Tekanan Domestik dan Inflasi Eropa

IHSG dibuka menguat 42,33 poin atau 0,59 persen ke posisi 7.207,14

Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Pada perdagangan perdana di tahun 2024 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka mengalami penurunan sebesar 0,14 persen atau 5,4 poin ke level 7.266.
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Pada perdagangan perdana di tahun 2024 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka mengalami penurunan sebesar 0,14 persen atau 5,4 poin ke level 7.266.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis diperkirakan bergerak melemah terbatas seiring dengan adanya sentimen dari domestik ataupun global.

IHSG dibuka menguat 42,33 poin atau 0,59 persen ke posisi 7.207,14. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 9,13 poin atau 0,98 persen ke posisi 944,47.

“IHSG hari ini diprediksi melemah terbatas dalam range 7.050 sampai 7.160,” ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih di Jakarta, Kamis.

Dari dalam negeri, IHSG kembali terkoreksi dalam dua hari beruntun, aksi profit taking pelaku pasar seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah, yang mana rupiah Jisdor berada di level Rp16.240 per dolar Amerika Serikat (AS) atau terdepresiasi 4,96 persen year to date (ytd).

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan ritel secara tahunan pada Februari 2024 tumbuh 6,4 persen year on year (yoy), setelah pada bulan sebelumnya meningkat 1,1 persen (yoy), seiring dengan momentum pemilihan umum dan menjelang Ramadhan. Komponen makanan, bahan bakar dan suku cadang otomotif mengalami peningkatan.

Dari mancanegara, Badan Pusat Statistik (BPS) Inggris melaporkan tingkat inflasi tahunan pada Maret 2024 sebesar 3,2 persen (yoy), atau lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 3,4 persen (yoy), atau menjadi yang terendah sejak September 2021, setelah berada di posisi tertinggi pada Oktober 2022 sebesar 11,1 persen (yoy).

Inflasi di Kawasan Eropa secara tahunan pada Maret 2024 tercatat 2,4 persen (yoy), sekaligus menjadi level terendah dalam 28 bulan terakhir dan berhasil ditekan setelah berada di puncaknya pada Oktober 2022 sebesar 10,6 persen (yoy).

Sementara itu, bursa saham AS ditutup turun pada perdagangan Rabu (17/04) karena terbebani saham-saham Nvidia dan teknologi lainnya. Indeks S&P 500 turun 0,58 persen ke level 5.022,21, indeks Nasdaq Composite melemah 1,15 persen menjadi 15.683,37, serta indeks Dow Jones dibuka diperdagangkan lebih rendah sebesar 0,12 persen menjadi 37.753,31.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei di bursa saham Jepang menguat 34,09 poin atau 0,09 persen ke 37.995,89, indeks Shanghai di bursa saham China menguat 136,09 poin atau 0,84 persen ke 16.387,93, indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong menguat 7,70 poin atau 0,25 persen ke 3.079,08, dan indeks Straits Times di bursa saham Singapura menguat 30,03 poin atau 0,95 persen ke 3.184,71.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement