Selasa 09 Apr 2024 22:46 WIB

Jasa Bungkus Koper di Bandara Mendulang Pendapatan Saat Musim Mudik Lebaran

Selama masa angkutan lebaran, tidak ada kenaikan harga jasa wrapping koper.

Pemudik mengantre memasuki gate keberangkatan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/4/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Pemudik mengantre memasuki gate keberangkatan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyedia jasa pembungkus plastik atau wrapping koper di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, meraup kenaikan pendapatan atau keuntungan sampai 70 persen, selama masa mudik Lebaran Idul Fitri 1445 H.

Petugas Wrapping Galaxy Port, Aditia Nurrahman, mengatakan, selama sejak H-6 lebaran, jumlah pengguna jasa wrapping mencapai 100 orang lebih per hari dari sebelumnya 60 pelanggan per hari. "Naiknya 70 persen, sejak H-6 Idul Fitri. Per hari mencapai 100 pelanggan," kata Aditia dikutip ANTARA usai melayani calon penumpang di lokasi, Selasa (9/4/2024).

Baca Juga

Ia menjelaskan, selain koper, barang yang paling sering dibungkus adalah kotak makanan calon penumpang.

Untuk biaya wrapping, lanjut dia, semua penyedia jasa ditetapkan harga yang sama oleh pengelola bandara, yaitu Rp 50 ribu per barang. Selama masa angkutan lebaran, tidak ada kenaikan harga jasa dibandingkan hari atau bulan lain, sehingga calon penumpang tidak perlu khawatir harga akan naik.

Selain itu, jasa wrapping sudah mulai melayani penumpang sejak jam 6 pagi hingga jadwal penerbangan terakhir.

Petugas dari penyedia jasa pembungkus plastik yang lain, Suhardi, mengaku kualitas jasa berusaha selalu maksimal diberikan kepada penumpang. Khususnya pada momen Lebaran guna membantu melindungi barang pengguna jasa pesawat.

"Kadang pelanggan minta dibungkus lebih tebal, ya kami turuti saja sesuai kemauan," kata dia yang bekerja untuk PT SZ.

Penggunaan plastik berguna untuk melindungi barang penumpang dari potensi pencurian oleh oknum tidak bertanggung jawab di bandara. Wrapping juga meminimalkan kerusakan akibat benturan barang saat proses pemuatan barang ke bagasi pesawat.

Sementara itu, jumlah penumpang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, mengalami peningkatan sekitar 35 persen pada arus mudik Idul Fitri 1445 H.

"Sampai hari ini jumlahnya cukup banyak di tahun ini. Peningkatannya sampai hari ini sudah 35 persen dibandingkan 2023," kata EGM Operasional Bandara Halim Perdanakusuma Kolonel Nav Insan Nanjaya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (8/4/2024).

Berdasarkan data arus mudik Idul Fitri di Bandara Halim Perdanakusuma, puncak arus mudik terjadi pada H-4 Lebaran 2024 atau Sabtu (6/4/2024) dengan 13.947 penumpang yang telah diberangkatkan.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement