Jumat 05 Apr 2024 18:47 WIB

Menhub Sebut Mudik Gratis BUMN Bantu Arus Mudik Lebih Kondusif

Mudik gratis ini upaya mendorong kegiatan mudik yang aman dan nyaman.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi (kiri) meninjau armada dan peserta Program Mudik Asyik bersama  BUMN di Monas, Jakarta, Jumat (5/4/2024).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi (kiri) meninjau armada dan peserta Program Mudik Asyik bersama BUMN di Monas, Jakarta, Jumat (5/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan apresiasi program Mudik Asyik Bersama BUMN yang digelar Kementerian BUMN bersama anak perusahaannya pada masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2024. Hal ini disampaikan Menhub saat menghadiri Flag Off Mudik Asyik Bersama BUMN 2024 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat (5/4/2024).

"Karena secara tidak langsung ini membantu saudara kita yang kurang dan di sisi lain membantu agar mereka yang tadinya naik sepeda motor berpindah pada angkutan massal bus," ujar Budi Karya dikutip dari siaran persnya.

Baca Juga

Budi Karya berpesan kepada masyarakat yang akan menggunakan kendaraan umum untuk mengutamakan keselamatan. "Bagi masyarakat yang di kampung akan liburan dengan kendaraan umum, pilih supir yang sudah mendapat surat izin jalan, jangan pilih supir tembak. Karena menurut penelitian, kendaraan dan supir ilegal ini yang kebanyakan mengalami kecelakaan," ujar Budi Karya.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kegiatan mudik gratis ini merupakan upaya untuk mendorong kegiatan mudik yang aman dan nyaman. "Kami mendorong program kerjasama 88 BUMN yang tahun ini bisa memudikkan lebih dari 90.000 pemudik, salah satunya menggunakan kendaraan seperti bus yang bisa kita lihat hari ini," ujarnya.

Erick menyampaikan, peserta mudik gratis bersama BUMN ini memiliki tujuan beragam, diantaranya sebanyak 30.000 peserta ke Jawa Timur, 25.000 peserta menuju Jawa Tengah, lebih dari 1.000 peserta ke Jawa Barat, dan lebih dari 5.000 peserta ke wilayah Sumatra.

"Ini bagian dari kepedulian kami BUMN, seperti arahan bapak Presiden untuk bisa meringankan kendala yang dihadapi masyarakat ketika daya beli menurun dan Inshallah kami BUMN bisa hadir membantu masyarakat," kata Erick.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement