Selasa 10 Mar 2026 10:05 WIB

Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif, Sustainable Loans BRI Tembus Rp 811,9 Triliun per Desember 2025

Prinsip keberlanjutan terintegrasi dalam arah strategis jangka panjang BRI.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto.
Foto: BRI
Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif, pembiayaan berkelanjutan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial.

Sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya melalui penyaluran pembiayaan yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainability), mencakup pembiayaan UMKM dan sektor ramah lingkungan di berbagai wilayah.

Komitmen keberlanjutan BRI tecermin dari portofolio bisnis yang mendukung kegiatan berdampak sosial dan lingkungan. Ini terlihat dari portofolio sustainable loans BRI yang mencapai Rp 811,9 triliun hingga Desember 2025, setara 60,5 persen dari total portofolio pinjaman BRI.

Portofolio tersebut terdiri atas social loans BRI sebesar Rp 718,7 triliun yang disalurkan untuk pembiayaan mikro, pembiayaan UMKM, serta pembiayaan perumahan bersubsidi guna memperluas akses layanan keuangan, mendorong kesempatan ekonomi yang lebih merata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, portofolio green loans BRI tercatat Rp 93,2 triliun yang disalurkan pada berbagai proyek berwawasan lingkungan, antara lain energi terbarukan, efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, pengelolaan lahan berkelanjutan, transportasi hijau, eco-efficient product, green building, serta proyek berwawasan lingkungan lainnya, guna mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif.

Dari sisi pendanaan, BRI juga aktif mengembangkan Sustainable Wholesale Funding, pada akhir Desember 2025 tercatat Rp 45,6 triliun. Komitmen BRI mendorong agenda keberlanjutan sejalan dengan Asta Cita pemerintah yang menekankan penguatan penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menyampaikan, prinsip keberlanjutan telah terintegrasi dalam arah strategis jangka panjang BRI sebagai fondasi penguatan model bisnis yang resilient.

Orientasi tersebut menjadi pijakan perseroan untuk memastikan pertumbuhan berjalan selaras dengan agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon sekaligus memperluas inklusi keuangan.

“Secara keseluruhan, pendekatan ini menunjukkan keberlanjutan di BRI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan bank,’’ katanya dalam keterangan Selasa (10/3/2026).

Integrasi tersebut, kata dia, memperkuat ketahanan bisnis, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta memberikan nilai tambah sosial dan lingkungan bagi seluruh stakeholders.

BRI juga mencatatkan pengakuan dari lembaga pemeringkat ESG internasional. Perseroan memperoleh skor 74/100 pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global dan tercatat sebagai Sustainability Yearbook Member selama 4 tahun berturut-turut pada periode 2023–2026. Selain itu, Sustainalytics menempatkan BRI pada kategori Low ESG Risk dan MSCI memberikan peringkat A.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement