Kamis 04 Apr 2024 19:18 WIB

OJK Yakin Faktor Ini Jadi Daya Tarik Investasi di Sektor Perbankan

Digital banking, fintech dan inklusi keuangan jadi daya tarik investasi di Indonesia

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae dalam konferensi pers RDK Bulanan OJK Desember 2023, Selasa (9/1/2024).
Foto: Tangkapan Layar
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae dalam konferensi pers RDK Bulanan OJK Desember 2023, Selasa (9/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini secara umum iklim investasi bagi investor luar negeri di sektor perbankan Indonesia tetap menarik. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan iklim investasi sektor perbankan tetap menarik meskipun ada dinamika dan persaingan yang kompetitif. 

Dia menuturkan terdapat sejumlah faktor yang memengaruhinya. “Faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil, jumlah populasi yang besar, dan peluang inovasi serta ekspansi,” kata Dian, Kamis (4/4/2024). 

Selain itu, Dian menuturkan faktor lainnya termasuk di bidang digital banking, financial technology (fintech), dan inklusi keuangan. Semua faktor tersebut menurutnya menjadi menarik bagi investor asing. 

Dian menambahkan, OJK secara berkala menerima berbagai permohonan izin dari investor asing. “Ini termasuk yang ingin memperkuat permodalan bank melalui right issue,” tutur Dian. 

Dia menegaskan, evaluasi ketat juga dilakukan untuk memastikan kontribusi positif investor asing terhadap sektor perbankan dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Dian memastikan, kebijakan dan regulasi terus disempurnakan untuk menjaga keseimbangan antara mengundang investasi dan memastikan kestabilan serta integritas sistem keuangan. 

“Ini termasuk aturan tentang batasan kepemilikan, transfer teknologi, dan penguatan kapasitas lokal,” ujar Dian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement