Ahad 24 Mar 2024 16:52 WIB

Investasi di Indonesia Dinilai akan Semakin Baik di Bawah Kepemimpinan Prabowo

Banyak pemimpin dunia yang mengucapkan selamat atas keterpilihan Prabowo.

Investasi (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Investasi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengaku optimis di bawah kepemimpinan calon presiden terpilih Prabowo Subianto, investasi di Indonesia akan semakin moncer.

Hal itu tercermin dari banyaknya pemimpin negara di dunia yang mengucapkan selamat kepada Prabowo sejak awal dinyatakan menang sekali putaran di Pilpres 2024 versi quick count hingga hasil resmi rekapitulasi nasional KPU, sehingga hal itu dipercaya dapat meningkatkan kemitraan strategis bagi ekonomi Indonesia. 

Baca Juga

Menurut Eko Listiyanto, Prabowo memiliki keunggulan dari cara berpikirnya yang global dan strategis sehingga menjadi daya tarik dan membuat para investor tidak ragu menanamkan investasinya ke Indonesia meski di tengah situasi ekonomi global yang lesu.

“Menurut saya sih alirannya akan tetap bagus ya, dugaan saya kenapa pertama dari kondisi globalnya, ekonomi global sebetulnya meredup tetapi Asia itu dilirik banyak negara, dilirik banyak investor. Nah kebetulan juga Pak Prabowo itu kan juga internasional minded kira-kira begitu,” ujar Eko dalam keterangannya, Ahad (24/3/2024).

Eko menambahkan, kelak jika Prabowo resmi dilantik menjadi presiden bersama wakilnya Gibran Rakabuming Raka, Prabowo dipercaya mudah meyakinkan investor global dengan ide-ide strategisnya dalam membangun Indonesia maju ke depan yang disampaikan melalui forum-forum internasional.

“Jadi beliau kan juga sering mengisi forum-forum internasional gampang lah kalau misalkan mau menyampaikan hal-hal strategis Indonesia ke dunia internasional,” ucapnya.

“Kalau misalnya Pak Prabowo dalam forum internasional juga sering tampil, sering menyampaikan ide-ide strategis apalagi bisa diartikulasikan langsung, karena saya rasa kemampuan bahasa asing Pak Prabowo bagus sekali itu, ini banget bikin percaya diri investor,” tambahnya.

 

Lanjut Eko, tentunya untuk dapat menaikkan investasi yang masuk ke Indonesia secara deras, pemerintah Prabowo-Gibran juga harus menekan angka indeks Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia di bawah angka pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini yakni sebesar 5 persen.

"Tentu usaha Pak Prabowo agar investasi terus mengalir bahkan lebih deras kalau ICOR kita harus lebih diredupkan, ini sudah angkanya sudah 6,7 persen tinggi sekali, harus dikembalikan setidaknya 4 persen lah jangan ini jangan sampai lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi ICOR nya,” katanya.

“Nah itu yang saya rasa untuk teknisnya pak Prabowo juga sudah paham tinggal bagaimana memastikan bahwa di periode dia bahwa ICOR itu sumbernya adalah inefisiensi salah satunya birokrasi di dalamnya ada korupsi di situ,” paparnya.

 

Selain itu, Eko bersyukur Pilpres 2024 berjalan sekali putaran sehingga memberikan kepastian politik dan ekonomi bagi para pelaku usaha dan pemerintah bisa kembali fokus dalam usaha-usaha menumbuhkan ekonomi nasional.

Dikatakan Eko, pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga dengan dua hal, pertama adalah dilihat dari susunan kabinet yang nantinya membantu pemerintahan Prabowo-Gibran. 

“Dua hal yang perlu dipertimbangkan kita bicara konteksnya political risk oleh pelaku ekonomi yaitu susunan kabinet Pak Prabowo nanti sangat penting untuk memberikan optimis perekonomian terutama menteri-menteri kunci seperti menteri ekonomi, menteri pertahanan dan beberapa yang lain yang biasanya sangat dibutuhkan perannya menteri keuangan salah satunya yang pasti disoroti,” jelasnya.

Lalu kedua, Eko mengatakan Prabowo-Gibran juga harus memiliki kekuatan di parlemen untuk memuluskan kebijakan-kebijakan pemerintah terutama yang menyangkut permasalahan ekonomi sehingga memberikan kepastian kepada para pengusaha.

“Kedua komposisi parlemen juga kan ini koalisinya Pak Prabowo belum mencapai 50% karena kan untuk nanti oleh para pelaku ekonomi dilihat kira-kira kalau mau bikin undang-undang baru atau mau menggolkan kebijakan tertentu terlambat gak sih di DPR. Kalau koalisinya cuma yang ada sekarang kemungkinan banyak dijegal tuh di DPR, kalau lebih banyak oposisi itu kan bikin ketidakpastian juga,” urainya.

“Jadi pengusaha menurut saya sih konteks hari ini tetap akan melihat susunan kabinet dan juga komposisi di parlemen seberapa jauh nanti, itu akan bisa memperlancar kinerjanya Pak Prabowo dan Gibran ke depan jadi itu yang akan dilihat,” pungkas Eko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement