Ahad 24 Mar 2024 07:45 WIB

MRT Jakarta Edukasi Budaya Buang Sampah Hingga Pembayaran Nontunai

Minim tempat sampah di stasiun MRT agar pelanggan bawa sampahnya sendiri.

Penumpang antre untuk membeli tiket di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Selasa (26/12/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Penumpang antre untuk membeli tiket di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Selasa (26/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT MRT Jakarta (Perseroda) mengedukasi budaya membuang sampah hingga pembayaran nontunai (cashless) untuk menanam kebiasaan yang baik bagi masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.

"Dari sisi pelayanan kita sosialisasikan mulai dari budaya antre, budaya tidak membuang sampah sembarangan di kereta, budaya cashless, hingga budaya jalan kaki," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat dalam konferensi pers Festival Hari MRT 2024 di Jakarta, Sabtu (23/3/2024).

Baca Juga

Tuhiyat menuturkan, manajemen selalu mengingatkan kebiasaan itu di setiap kegiatan yang diadakan oleh pihak MRT Jakarta. Dia mencontohkan tempat sampah yang minim dalam stasiun MRT bertujuan membiasakan pelanggan membawa sampahnya sendiri dalam tas.

"Kita memang tidak menyediakan hal itu. Ketika ada sampah silahkan taruh tas masing-masing dan di pintu keluar telah disediakan untuk membuang," ungkap Tuhiyat.

Dia juga teringat akan usahanya untuk membudayakan antre bagi masyarakat dimana ditegaskan untuk selalu memberikan edukasi secara preventif. "Itu tanggung jawab kita untuk edukasi dan Alhamdulillah sekarang pengaruhnya terbawa," kata dia.

Sebelumnya, MRT Jakarta menerapkan konsep "TSP", yang merupakan singkatan dari tahan, simpan, dan pungut. Dia menjelaskan istilah tahan dapat diartikan sebagai sikap menahan diri pengguna MRT untuk tidak makan dan minum di area stasiun yang berpotensi menimbulkan sampah.

Istilah simpan dimaknai sebagai sikap para pengguna MRT untuk menyimpan sampah yang dibawa, untuk kemudian dibuang ketika telah menemukan tempat sampah. Sedangkan istilah pungut ditujukan kepada pengguna MRT untuk memungut sampah apabila menemukan di area stasiun.

PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan sebanyak 33,7 juta pengguna transportasi MRT pada 2024 dengan jumlah rata-rata 92 ribu penumpang per harinya. Untuk menaikkan angka keterangkutan, PT MRT Jakarta (Perseroda) bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama industri wisata seperti sektor kuliner, pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan hingga promosi tiket di sejumlah objek wisata.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement